Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Pemasangan spanduk sebagai upaya menciptakan kerukunan di Jakarta Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seribu spanduk yang berisi seruan menolak kampanye politik di tempat ibadah akan dipasang di Jakarta Barat. Pemasangan spanduk itu sebagai upaya menciptakan kerukunan umat beragama menjelang Pemilihan Umum Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, Jumat (11/1) menyebutkan, spanduk-spanduk tersebut nantinya dipasang di 860 masjid, 227 gereja, satu pura dan 85 wihara yang ada di Jakarta Barat. “Kami tentu sangat menyambut baik serta mendukung dengan adanya deklarasi pemasangan seribu spanduk di wilayah hukum Jakarta Barat. Ini sebagai upaya preventif dan preemtif, mencegah terjadinya friksi karena perbedaan politik terutama di rumah ibadah,” kata Hengki.

Menurut dia, sedikitnya akan ada seribu spanduk yang berisi seruan menolak kampanye politik di tempat ibadah di Jakarta Barat. Pemasangan spanduk dilakukan secara simbolis di Masjid Raya Al Amanan, Gereja Pantekosta serta Pura Chandra Prabha yang dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat bersama Polri, TNI, KPU, Bawaslu dan sejumlah tokoh agama serta masyarakat.

Mereka mendeklarasikan dukungan Pemilu 2019 dengan aksi pemasangan spanduk yang berisi menolak tempat ibadah untuk kepentingan Kampanye, isu hoaks, SARA dan radikalisme. Pemasangan spanduk sekaligus sosialisasi tersebut diharapkan dapat menciptakan kondusivitas wilayah Jakarta barat agar lebih aman saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Kepala Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat Tatang mengatakan, pemasangan 1.000 spanduk menolak tempat ibadah dijadikan tempat kampanye sebagai bukti bahwa Jakarta Barat siap untuk melaksanakan Pemilu 2019 dengan kondusif dan aman. Kegiatan ini sebagai bukti kecintaan agar pemilu yang akan datang berjalan lancar, tertib tanpa merusak persaudaraan dan kekeluargaan warga Jakarta Barat.

“Salah satunya dengan sama sama mendukung dengan bersepakat tempat ibadah tidak dijadikan sebagai tempat kampanye,” kata Tatang.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id/

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -