Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Sepanjang tahun 2019 nanti, sederet peristiwa astronomi diprediksi akan menghiasi langit kita. Dimulai dengan gerhana bulan darah serigala pada 20 sampai 21 Januari, hujan meteor, dan bulan biru.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut detail informasinya.

1. Gerhana bulan darah serigala
Ada juga yang menyebut gerhana bulan darah super. Berlangsung pada 20 Januari pukul 21:36 waktu setempat hingga 21 Januari lewat tengah malam. Sayangnya zona waktu yang berlaku adalah Eastern Standard Time (EST), bersamaan dengan pagi hari di Indonesia sehingga penduduk RI kemungkinan tak dapat melihatnya.

Daerah yang bisa menyaksikannya, antara lain di seluruh Amerika Utara dan Selatan, serta bagian dari Eropa dan Afrika. Saat bulan melewati bayangan Bumi, kabarnya akan berubah warna menjadi oranye atau merah tua.

Gerhana ini menjadi satu-satunya gerhana bulan yang terjadi di 2019, dan baru akan terjadi lagi pada Mei 2021.

2. Hujan meteor Eta Aquarid
Hujan meteor paling spektakuler diperkirakan terjadi pada 6-7 Mei 2019. Dilansir dari Fox8, fenomena alam itu terjadi ketika puing-puing dari Komet Halley melewati Bumi.

Bit kosmik tersebut dilaporkan terbakar di atmosfer Bumi, menghasilkan hujan meteor tahunan Eta Aquarid.

Penduduk di belahan Bumi utara akan melihat hingga 30 meteor per jam, sedangkan mereka di belahan Bumi selatan akan melihat hingga 60 meteor per jam.

3. Gerhana matahari total
Gerhana matahari total pertama sejak 2017 akan berlangsung 2 Juli. Sebagian besar gerhana ini akan terjadi di atas Samudra Pasifik, namun akan terlihat di beberapa bagian Chili dan Argentina. Belum ada informasi lebih detail mengenai daerah lain yang dapat menyaksikannya.

4. Hujan meteor Perseid
Hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya 2019 mendatang pada malam 12 Agustus hingga pagi hari 13 Agustus.

5. Jejak Merkurius melintasi matahari
Pada 11 November 2019 diprediksi ada peristiwa penyelarasan planet, ketika Merkurius menelusuri matahari.

Penjajaran ini akan terlihat di sebagian besar wilayah Bumi, tetapi hanya dengan peralatan yang tepat. Sebab, untuk menyaksikannya otomatis mata akan mengarah ke matahari di mana jika tanpa perlindungan akan mengakibatkan kerusakan mata permanen.

Biasanya Merkurius adalah planet yang sulit ditemukan di langit karena jaraknya yang dekat dengan matahari, namun ketika melewati langsung antara Bumi dan matahari pada bulan November, ia akan muncul sebagai titik hitam kecil di permukaan matahari. (Sar)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -