oleh

Adian Napitupulu Banggakan Empat Tahun Era Jokowi – VIVA

-Pemilu-0 views

VIVA – Dinamika politik menjelang penetapan capres dan cawapres sudah memanas. Kubu oposisi yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin menghentikan capres petahana Joko Widodo yang berduet dengan Ma’ruf Amin agar tak lanjut kepemimpinannya di periode kedua.

Pendukung Jokowi yang juga politikus PDIP Adian Napitupulu menyebut kubu oposisi seperti seolah aktivis 2018 yang menuntut capres petahana turun dan tak kembali ke kursi RI-1. Bagi Adian, Jokowi yang berlatarbelakang pengusaha mebel kayu berhasil selama hampir empat tahun kepemimpinannya.

“Aktivis 2018 menuntut turun tukang kayu yang baru berkuasa 4 tahun,” kata Adian dalam keterangannya, Jumat malam, 14 September 2018.

Adian menekankan dalam menyikapi dinamika politik saat ini diperlukan kejernihan nalar dan pengetahuan untuk menentukan pilihan di Pilpres 2019. Ia heran seperti misalnya masalah pelemahan mata uang rupiah yang selalu menyudutkan pemerintahan Joko Widodo.

Padahal, pemerintahan Jokowi dicap bisa menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi. Namun, penyudutan pemerintahan Jokowi ditempatkan posisi salah seolah-olah kepanikan saat krisis 1998 era Presiden RI ke-2, Soeharto.

“Aktivis 2018 meminta Jokowi turun sementara dalam satu tahun Dolar AS hanya naik 16 %. Sejarah mengajarkan setiap generasi akan membuat prestasi sejarahnya sendiri,” jelas Adian.

Adian pun membanggakan pencapaian prestasi Jokowi yang berhasil mencatatkan upah minimum regional (UMR) Jakarta. Bagi dia, UMR Jakarta saat ini merupakan angka terbaik.

“Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun padahal dengan UMR Jakarta satu bulan saat ini mampu membeli 364 kg beras. Aktivis 2018 menuntut Jokowi turun padahal hari ini UMR Jakarta satu bulan senilai 556 liter Premium,” tutur Adian yang juga aktivis 1998 tersebut.

Di sektor pendidikan, Jokowi menurutnya mencatatkan prestasi dengan memberikan beasiswa kepada 248 ribu mahasiswa tak mampu. Untuk kesejahteraan rakyat, eks Gubernur DKI Jakarta itu diklaim sudah bangun 900 ribu rumah untuk rakyat dalam program satu juta rumah.

Kemudian, Adian menyingggung cara elite kubu lawan yang sebelum masa kampanye namun sudah mendatangi perguruan tinggi untuk memperkenalkan cawapres oposisi. Sebelumnya, bakal cawapres Sandiaga Uno mendatangi salah satu perguruan tinggi di Jakarta bersama sejumlah elite koalisi. Cara ini menurutnya seperti upaya aktivis yang berharap Jokowi turun.

“Aktivis 1998 menuntut Soeharto turun tanpa dukungan elite politik. Aktivis 2018 di salah satu Perguruan Tinggi menuntut Jokowi turun 1 minggu setelah di datangi cawapres oposisi,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Komentar

News Feed