Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Sering terpapar tayangan kekerasan terhadap hewan membuat anak tidak peka.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Anak dan remaja rawan terpapar tayangan kekerasan hewan di internet. Hal tersebut disampaikan organisasi kesejahteraan hewan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) yang berbasis di Inggris dan Wales.

Setiap tahunnya, RSPCA menerima laporan lebih dari 5.000 video yang menampilkan kekerasan terhadap hewan. Tayangan kerap disebarluaskan via media sosial sehingga tidak heran jika 28 persen penontonnya adalah anak dan remaja berusia 10-18 tahun.

Bahkan, delapan persen anak dan remaja di Kawasan Inggris Barat Daya tercatat pernah menyaksikan kekerasan secara langsung. Kondisi itu membuat RSPCA merasa perlu melakukan kampanye kesejahteraan binatang di sekolah-sekolah untuk para siswa.

“Sering terpapar tayangan mengenai pelecehan atau kekerasan terhadap hewan akan membuat anak tidak peka. Lama-kelamaan, hal itu akan dianggap biasa atau dapat diterima,” ujar pejabat eksekutif RSPCA Chris Sherwood, dikutip dari laman Wiltshire Times.

Sherwood menjelaskan, RSPCA ingin menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelangsungan hidup fauna. Karena itu, kaum muda perlu mendapat informasi memadai mengenainya. Hubungan hamonis antarspesies pun akan membuat kondisi alam menjadi lebih baik.

Guna mewujudkan hal tersebut, RSPCA meluncurkan program edukasi bertajuk “Generation Kind” yang diperuntukkan bagi anak dan remaja. Tujuannya, menumbuhkan empati dan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian fauna.

Anak maupun remaja akan didorong untuk berpikir kritis tentang kesejahteraan hewan serta upaya-upaya menjaganya. Cara lain, dengan memberikan hewan peliharaan kepada anak dan remaja yang mengatasi trauma atau mengidap penyakit tertentu.

“Ini adalah kampanye paling penting yang pernah kami gagas. Dalam jangka panjang, cara ini dapat menekan jumlah kekerasan dan pelecehan terhadap hewan yang setiap hari kami perangi,” ucap Sherwood.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -