Apa Dia Ikut Tersenyum Lebar Saat Debat?

Apa Dia Ikut Tersenyum Lebar Saat Debat?




Jakarta
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, kembali menanggapi pernyataan juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, soal penonton yang tertawa saat debat. Inas mempertanyakan apakah Riza juga tertawa saat itu.

“Pada saat berlangsungnya debat, saya duduk di sayap kanan tapi berdekatan dengan kursi bagian tengah, tempat duduk undangan masyarakat di mana Riza Patria duduk. Tolong tanya sama Riza, apakah dia ikut tersenyum lebar ketika Prabowo melontarkan lelucon tersebut?” ujar Inas kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

“Jujur deh, toh kita sempat saling bersapa dari kursi masing-masing sebelum acara dimulai,” imbuhnya.


Inas heran dengan pernyataan Riza yang menyebut sikap penonton tertawa tidak bijak. Menurut Inas, konstruksi berpikir Riza salah.

“Sangat mengherankan ketika membaca tanggapan Riza Patria yang salah konstruksi berfikirnya dalam menyikapi stand up comedy-nya Prabowo Subianto pada saat debat capres tanggal 30 Maret 2019 yang lalu, di mana dia mengatakan tidak bijak mengait-ngaitkan stand up comedy Prabowo tersebut dengan larangan hadir dari KPU. Padahal larangan tersebut berawal dari tertawanya penonton akibat lelucon Prabowo Subianto!” tegasnya.

Menurut Inas, jika bijak dijadikan ukuran, Riza yang merupakan pimpinan Komisi II DPR RI ini menyarankan kepada KPU agar membuat peraturan baru dalam debat. Peraturan tersebut, kata Inas, adalah larangan tertawa dan tersenyum bagi undangan yang hadir.

“Jadi kalau bijak mau dijadikan ukuran, maka sebaiknya Riza Patria sebagai pimpinan Komisi II DPR-RI, mitranya KPU, bisa menyarankan kepada KPU agar membuat peraturan baru dalam debat yang akan datang, yakni dilarang ketawa dan tersenyum. Kalau perlu menyiapkan lakban untuk menutup mulut undangan yang hadir dalam debat terakhir pada tanggal 13 April 2019 mendatang!” ucap Inas.

Sebelumnya, BPN heran dengan sikap TKN yang menyalahkan Prabowo lantaran KPU melarang penonton yang tertawa dalam debat beberapa waktu lalu hadir di debat kelima. Mengingat larangan tersebut bukan berasal dari Prabowo.

Nggak bijak. Yang larang kan KPU bukan Pak Prabowo, kok menyalahkan Pak Prabowo?” ujar juru debat BPN Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Selasa (2/4).

Riza menyebut sikap TKN itu tak bijaksana. tersebut tak bijaksana. “Nggak bijak. Kita kan nggak boleh mengejek, menertawakan,” katanya.

(azr/dkp)




Artikel ini telah tayang di detikNews

Related Posts