Aston Priority Simatupang Hotel Hadirkan Permainan Anak

Berbagai permainan tradisional.

Carniva Kids akan dilaksanakan 28 Juli di Aston Aston Priority Simatupang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center mengandeng Komunitas Temen Main dan Anargya Enterprise menghadirkan acara bagi anak–anak Indonesia. Keduanya menghadirkan berbagai permainan tradisional yang sudah jarang ditemukan terutama di kota besar seperti Jakarta.

Acara Carniva Kids sengaja dibuat untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak–anak, khususnya yang tinggal di perkotaan. Tak hanya permainan tradisional, anak-anak akan ditantang untuk menjadi koki cilik untuk menunjukan bakat dan kreatifitas memasak Pizza Rendang Ayam dan banyak hadiah yang akan menambah keseruan acara ini.

Bagi Anda yang sudah bosan mengajak anak–anak ke tempat bermain yang biasa Anda kunjungi, Anda bisa mengunjungi Carniva Kids. Ini adalah sebuah rangkaian acara yang dikemas secara apik untuk dapat dinikmati buah hati Anda.

Permainan yang akan disajikan diantaranya lompat karet, engklek, rangku alu, galasin, bentengan, engrang batok, bakiak, engsreng dan masih banyak lagi. Selain menyenangkan, anak–anak juga akan memiliki teman baru dan akan mengasah kemampuan anak untuk bersosialisasi dan meningkatkan rasa percaya diri.

   

Carniva Kids dengan tema Aku Anak Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli di ruang meeting Simatupang 5 dan 6 ini. Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 200 ribu nett per anak. Orang tua pun dapat menikmati sajian lezat Set Menu dari Canary Coffee Shop cukup dengan harga Rp 70 ribu nett sambil menunggu sang buah hati seru bermain.

Marketing Communication Manager – Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center mengatakan anak–anak yang tinggal di daerah perkotaan sudah sangat jarang bermain dengan permainan tradisional. Mereka cenderung aktif dengan gadget yang dilengkapi berbagai aplikasi game online.

“Hal ini tentunya berdampak buruk bagi anak – anak. Banyak dari mereka yang mengalami obesitas karena kurang aktifitas fisik dan terrisolasi dari dunia social,” ujar Paundra Hanutama,

 

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts