Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Kubu Jokowi Waspada – VIVA

0
14 views

VIVA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan kewaspadaan tetap harus dimiliki setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dipindahkan ke Jawa Tengah.

Ganjar mengatakan, karena Prabowo-Sandi adalah kompetitor bagi capres-cawapres mereka, Jokowi-Ma’ruf, maka langkah itu tetap harus diwaspadai. Walau secara basis massa, Jawa Tengah adalah basisnya PDIP dan diprediksi paslon Jokowi-Ma’ruf akan menang di sana.

“Enggak boleh meremehkan siapa pun, apa pun yang diikhtiarkan oleh pihak lawan adalah bagian dari warning buat kita. Jadi kita enggak boleh menyepelekan, enggak boleh over confidence dan semua harus kerja keras karena sebenarnya yang akan memenangkan adalah yang dicintai rakyat,” kata Ganjar di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Meski begitu, dia tidak mempersoalkan jika memang pusat BPN Prabowo-Sandi, dipindahkan ke Jawa Tengah. Di manapun, menurutnya, adalah hak dari tim tersebut.

Dia membaca keputusan pemindahan ke Jawa Tengah itu berdasarkan pada hitung-hitungan pilkada 2017 lalu. Di mana pasangan yang diusung Gerindra yakni Sudirman Said-Ida Fauziah, berhasil meraup suara yang cukup signifikan, melebihi dari prediksi-prediksi.

Namun Ganjar mengingatkan walau didasarkan pada lonjakan suara di pilkada itu, Sudirman Said tetap kalah darinya.

“Kalau argumentasi semua boleh, argumentasi apa pun yang dibangun boleh, tapi itu semua asumsi. karena  Jateng paling solid maka Jateng paling seksi untuk digembor karena kami solid sekali,” katanya.

Pemindahan BPN Prabowo-Sandi ini juga membuat pihak koalisi Jokowi-Maruf khususnya di Jawa Tengah, mengambil strategi. Hanya Ganjar enggan membeberkannya.

“Ya rahasia. Kalau semua diomongin ketahuan,” katanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, mengakui pemindahan pos pemenangan ke Jawa Tengah adalah untuk penguatan suara di sana. Meskipun dia menilai penguatan suara untuk Prabowo juga bisa dilakukan di daerah lain.

“Tapi kita ingin juga ingin memberikan penguatan di Jawa Tengah, terutama meyakinkan masyarakat di sana tentang pentingnya perubahan,” kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Menurutnya, hal ini biasa dalam pertarungan politik. Dia menegaskan dalam politik biasa melakukan perebutan daerah-daerah yang dikuasai oleh lawan-lawan politik.

“Kan biasa biasa saja kalau kita ada di satu garis di mana daerah itu masih dikuasai lawan, ya kita berusaha untuk menguasainya, dalam hal ini tentu dengan cara damai dan konstitusional, gitu. Winning heart and mind dari masyarakat,” ujar Fadli.

Mengenai seberapa besar peluang merebut ‘kandang’ dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, BPN, katanya, menargetkan suara sebanyak-banyaknya. Dia juga yakin pihaknya sudah punya basis pendukung di Jateng.

“Kami juga memiliki basis yang cukup kuat. Apalagi pilkada kemarin dengan ibaratnya logistik yang apa adanya saja kita bisa 41 persen. Saya yakin bisa kok bisa melampaui 50 persen,” kata Fadli.

Sebelumnya, kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin meyakini bila kubu Prabowo merealisasikan markas pemenangan ke Jawa Tengah maka tak akan memengaruhi kekuatan pihaknya. Apalagi selama ini Jawa Tengah merupakan kandang PDIP.

“Toh tidak akan pernah berubah dengan loyalitas dan dukungan yang telah diberikan kepada Pak Jokowi dan juga Jawa Tengah sebagai pusat kandang banteng,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, Senin, 10 Desember 2018. (ase)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here