Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Deddy Mizwar belum genap setahun menjadi kader Partai Demokrat (PD). Masih seumur jagung jadi bagian partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Deddy sudah mbalelo.

Deddy terhitung bergabung menjadi kader Partai Demokrat saat mendapat dukungan partai berlambang bintang Mercy itu untuk maju Pilgub Jawa Barat 2018–sekitar November 2017. Pada Selasa (28/8/2018), Deddy secara mengejutkan ditunjuk sebagai juru bicara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Insyaallah,” kata Deddy saat ditanya soal kepastian dirinya jadi jubir Jokowi-Ma’ruf Amin.



Sikap politik Deddy jelas bertentangan dengan arah PD di Pilpres 2019. PD bersama Partai Gerindra, PAN dan PKS mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Partai Demokrat yang menaungu Demiz, sapaan Deddy, mengatakan akan segera me-review nasib Wakil Gubernur Jawa Barat nonaktif itu. Demiz sendiri punya jabatan elite di DPD PD Jawa Barat.

“Kalau ditanya apa posisi Kang Deddy Mizwar hari ini di Partai Demokrat, beliau saat ini adalah Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat di provinsi Jabar,” ujar Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Rabu (29/8/2018).

Jansen menegaskan sikap politik Demiz yang mendukung Jokowi-Ma’ruf nyata keluar dari garis keputusan partai. Sesuai mekanisme AD/ART, Dewan Kehormatan dan Komisi Pengawas Partai Demokrat segera menyikapi manuver Deddy.

Soal saran agar Deddy mundur dari partai, Jansen mengungkit sikap politik TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). TGB yang terang-terangan ini Jokowi dua periode sebagai presiden, memilih keluar dari partai. Langkah TGB menurut Jansen bisa diikuti Deddy Mizwar.

“Belajar dari preseden sebelumnya di kasus TGB yang juga mendukung Jokowi, agar tidak riuh dan berpolemik di ruang publik, rasanya langkah sama, yaitu mengajukan surat pengunduran diri dari Demokrat juga bisa ditempuh oleh Demiz atas sikap politiknya yang berbeda dengan sikap resmi partai yang dia juga secara nyata telah mengetahuinya di Pilpres 2019 ini mendukung Prabowo Sandi,” urai Jansen.

(gbr/mae)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -