Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Memanfaatkan teknologi bukan hal yang salah, hanya perlu pengaturan yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — The American Academy of Pediatrics menyarankan bayi berusia dua tahun ke bawah tidak boleh terpapar gawai. Banyak ibu saat hamil berkomitmen mematuhi hal itu, namun pada kenyataannya tidak demikian setelah bayi lahir dan dibesarkan.

Bayi kadang terpesona dengan jutaan video anak yang ditontonnya di YouTube. Mereka tak jarang akan tenang, duduk, diam, dan menikmati film atau musik ceria dengan warna-warna indah yang muncul di layar ponsel ibu atau ayahnya.

Meski melanggar, sebagai orang tua, Anda perlu memoderasi waktu anak terpapar layar gawai. Alih-alih mencoba amenjadi ibu sempurna dengan aturan teknologi yang ketat, Anda bisa menggunakan teknologi tersebut untuk menjadi ibu lebih baik.

Berikut caranya, dilansir dari Essential Baby, Kamis (20/12).

Jangan jadikan ponsel layaknya pengasuh

Jangan sampai ponsel menggantikan interaksi tatap muka yang dibutukan bayi dalam tahap tumbuh kembangnya bersama orang tua. Orang tua hendaknya selalu berada di dekat anak ketika si anak menikmati tontonannya. Ini untuk memastikan tidak ada hal kurang pantas atau tidak sesuai umur muncul tiba-tiba di layar. Rencanakan banyak kegiatan luar ruangan dengan bayi.

Batasi waktu

Atur waktu di ponsel dan konsisten. Anda misalnya hanya mengizinkan anak memegang ponsel maksimal satu jam setiap harinya.

Belajar dari media di gawai

Anda bisa menggunakan tontonan bayi di televisi atau ponsel sebagai bahan pelajaran. Misalnya, ketika si kecil gemar mendengarkan lagu ‘The Wheels on the Bus,” Anda bisa menyanyikannya kembali ketika mengasuh anak.

Face time

Daripada menyalakan televisi terus menerus, cobalah melakukan panggilan video dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya, dan biarkan anak-anak Anda mengobrol dengan mereka. Menurut American Academy of Pediatrics, bayi di bawah 18 bulan boleh melakukan panggilan video karena itu mempererat koneksi ke orang-orang yang dicintai.

Konten sesuai usia

Ada ribuan film dan lagu anak bisa menjadi pilihan. Baca ulasan resmi untuk memastikan konten yang mereka tonton sesuai dengan usia.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -