Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Cak Imin akan menyambut Prabowo dengan Nasi Kebuli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Isu bergabungnya Partai Gerindra ke kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin semakin berhembus kencang jelang pelantikan presiden 20 Oktober mendatang. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menilai partai berlambang kepala Garuda itu belum tentu menerima tawaran untuk berkoalisi.

“Belum tentu mau kok, mau apa tidak (masuk ke dalam kabinet), nanti kalau kita sudah bahas ini-ini, ternyata (Gerindra) belum masuk,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin itu di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/10).

Cak Imin mengatakan, hingga saat ini ia belum mendengar permintaan langsung dari Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam kabinet. Ia hanya mendengar konsep-konsep yang pernah ditawarkan oleh Partai Gerindra.

“Pak prabowo berkehendak masuk atau tidak, sampai hari ini, sampai detik ini saya belum mendengar satu kalimatpun dari Pak Prabowo untuk masuk koalisi,” ujar Cak Imin.

Terkait pertemuannya nanti dengan Prabowo Subianto, ia mengaku belum mengetahui apa yang akan dibahas. Namun, PKB tentu akan menyambutnya dengan baik. Sebab, pertemuan itu dapat menjadi ajang silaturahmi bagi kedua partai.

“Pak Prabowo mau bersilaturahmi ke kantor PKB, ya welcome ahlan wa sahlan. Setiap menyambut kita akan sajikan makanan nasi kebuli untuk beliau dan kita akan sambut dengan penuh kekeluargaan,” ujar Cak Imin.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diketahui tengah melakukan kunjungan ke sejumlah pemimpin partai politik koalisi pendukung Joko Widodo. Terakhir, ia melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh pada Ahad (13/10) malam.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan bahwa safari politik yang dilakukan Prabowo bukan merupakan upaya lobi politik untuk mendapatkan kursi di kabinet. Pertemuan-pertemuan itu merupakan salah satu upaya mencairkan suasana usai pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Sama sekali tidak membicarakan tentang positioning, apakah gerindra masuk (kabinet) atau tidak. Tentang siapa yang dimasukan portofolionya, apa sama sekali tidak dibicarakan,” ujar Muzani.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -