Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Wakil Ketua Umum Indonesia eSports Association (IeSPA), Angki Trijaka, mengatakan turnamen Piala Presiden Esports 2019 juga akan melibatkan tim eSport profesional.

Menurutnya ada 12 tim yang diundang yang akan mengikuti kualifikasi terbuka untuk mencari delapan tim yang maju ke grand final pada 30-31 Maret 2019 di Jakarta.

“Kompetisi ini merupakan keinginan presiden untuk menggalakkan eSports di daerah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, 23 Februari 2019.

Angki mengaku Presiden Joko Widodo ingin melihat bakat dari para gamer yang berasal dari daerah, dan bukan satu tempat saja. Jokowi juga disebut akan menyerahkan langsung hadiah senilai Rp1,5 miliar di ujung acara.

Acara yang akan dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, ini telah diikuti 6.432 tim dari seluruh Indonesia, di mana terdapat 275 tim yang maju ke babak regional. Peserta dipastikan akan bertambah, karena kualifikasi regional Pontianak, Kalimantan Barat dan Bekasi, Jawa Barat belum dilaksanakan.

“Pekan depan akan ada tim dari Pontianak dan Bekasi yang dipertandingkan. Regional Bekasi masuk ke dalam tim yang ada di Jabodetabek. Saat ini Piala Presiden sudah menemukan pemenang dari regional Bali, Palembang, Makassar, Surabaya dan Manado,” paparnya.

Untuk pertandingan pada Sabtu hari ini, Star8 dari Manado berhasil mengalahkan Unloyal dari Ambon. Menurut Angki, Star8 memang sudah berprestasi di kancah nasional, sehingga tidak kaget bisa mewakili Sulawesi Utara di grand final.

Semantara itu, Ketua Tim Star8, Yosua Sanger, sangat yakin akan menjadi juara di Piala Presiden Esports 2019. Ia akan terus mencari strategi baru dan melakukan evaluasi kesalahan dari pertandingan sebelumnya.

“Tim kita punya kelebihan dalam manajemen waktu latihan. Waktu latihan sudah cukup, jadi kita tidak butuh tambahan waktu. Namun kita akan evaluasi emosi kita, karena sering terjadi kesalahpahaman antara tim,” kata Yosua.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -