oleh

Chanel Setop Gunakan Bahan Kulit Buaya dan Kulit Ular

Ini adalah pilihan bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Chanel mengatakan tidak akan lagi menggunakan bulu hewan eksotis, untuk menjadikannya bahan tas, baju dan sebagainya. Langkah Chanel sebuah langkah yang dipuji oleh kelompok-kelompok hak asasi hewan.

Kepala fashionnya, Bruno Pavlovsky, mengatakan tas, mantel, dan sebagainya yang terbuat dari bulu hewan sudah dijual. “Kami tidak akan lagi menggunakan kulit eksotis dalam kreasi kami di masa depa,” ujarnya, dilansir dari Channelnewsasia, Jumat (7/12).

Handbags, mantel dan sepatu yang terbuat dari kulit ular, kulit buaya dan kulit ikan komando harga premium, dengan tas Chanel yang dibuat dari mereka dilaporkan menjual hingga Rp 148 Juta ( € 9.000)

Perancang veteran Chanel, Karl Lagerfeld, mengatakan pada majalah industri Women’s Wear Daily bahwa merek Prancis telah memilih sendiri untuk menjatuhkan kulit eksotis. “Ini adalah pilihan bebas,” tambahnya.

Kelompok-kelompok hak asasi hewan menyambut langkah itu, dengan Orang-Orang untuk Perlakuan Etis terhadap Hewan (PETA) yang memanggil Chanel sebagai pemberi petunjuk kepada merek-merek mewah lainnya. “Tidak ada yang trendi tentang menggunakan kulit yang dicuri dari hewan yang disiksa untuk pakaian atau aksesori,” katanya.

Sudah jelas bahwa sekarang saatnya bagi semua perusahaan, seperti Louis Vuitton, untuk mengikuti jejak Chanel dan beralih ke materi inovatif yang menghindarkan hewan yang tak terhitung jumlahnya sebagai kehidupan yang menyedihkan dan kematian yang menyakitkan dan menyakitkan,” tambah PETA.

Meskipun merek-merek fashion top telah berada di bawah tekanan berat untuk meninggalkan bulu, dengan Gucci, Armani, Versace dan John Galliano semua memutuskan untuk pergi bebas bulu. Keputusan Chanel untuk berhenti menggunakan kulit eksotis datang tiba-tiba.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Komentar

News Feed