Curhat Ojek Online: Tipe Penumpang Ini Bikin Driver Merana

Transportasi online Gojek.

VIVA – Kata pepatah waktu adalah uang. Ungkapan ini bukan berarti mengandung makna yang materialistis, namun sebagai pengingat betapa waktu sangat berharga.

Sikap menghargai waktu bahkan menjadi budaya di sejumlah negara, misalnya Jepang. Jika ada orang yang terlambat saat janjian, maka ia akan dianggap meremehkan waktunya sendiri dan tak menghargai waktu orang lain. 

Permasalahan terkait waktu ini rupanya juga dialami oleh pengemudi transportasi daring. Jika kamu termasuk pelanggan ojek online, pasti sudah terbiasa dengan aktivitas menunggu orderan. Tak ada yang salah dengan ini, karena memang prosedurnya setelah memesan melalui aplikasi, penumpang menunggu dalam hitungan menit sampai driver menjemput.

Namun, yang jadi persoalan jika menunggu terlalu lama. Hal ini bisa saja dialami baik oleh driver maupun penumpang. Sebagai penumpang, emosi bisa terpancing jika driver tak kunjung mendarat di depan kita, apalagi saat buru-buru ke kantor. Nah, driver pun begitu. 

Akun Instagram @gojek24jam mengunggah sebuah foto yang ditujukan bagi para pelanggan atau penumpang. Dalam foto itu memuat agaknya curhat (curahan hati) driver yang kecewa karena menunggu penumpang terlalu lama.

“Wahai para customer, kerja driver gojek sekarang sudah berat karena ditargetin bawa 30 penumpang sehari. Janganlah diperberat lagi kerja kami dengan disuruh nunggu 10 menitan baru kalian keluar. Waktu segitu setara dengan bawa satu penumpang. Tolong order saat sudah siap. Makasih,” tulis keterangan di foto itu. 

Hayo, siapa yang merasa tersentil dengan curhatan itu? Sudah order ojek online, tapi suka mengulur-ulur waktu atau masih ditinggal ngobrol dulu dengan teman?

Unggahan tersebut juga ditanggapi oleh akun yang sepertinya milik customer, ia mengeluh kadang juga driver yang lama tak kunjung tiba menjemput. “Dilihat di aplikasi enggak gerak-gerak,” tulisnya. 

Kemudian akun lain menimpali, “Jangan mengandalkan aplikasi, dari aplikasi kadang suka lemot geraknya.”

Customer sudah dijemput tapi belum selesai bedakan,” timpal yang lain.

Bercermin dari unggahan ini, siapa pun orangnya, baik penumpang maupun driver berhak untuk menggunakan waktunya dengan produktif. Jadi saat kita menahan waktu orang lain, artinya sudah mengambil haknya.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts