Di Kanada, Ada 57 Juta Sedotan dan 15 Miliar Sampah Plastik per Tahun

Sampah plastik di perut ikan paus.

VIVA – Pemerintah Kanada segera melarang peredaran plastik sekali pakai guna mengurangi tiga juta ton limbah plastik yang dibuang negaranya setiap tahun. Program ini akan dimulai pada awal 2021.

Dilansir dari The Verge, Selasa, 11 Juni 2019, menurut pemerintah Kanada, ada 15 miliar kantong plastik dan 57 juta sedotan yang digunakan masyarakat setiap tahun. Mirisnya hanya 10 persen saja yang bisa didaur ulang. Masalah semakin rumit sejak China menolak untuk menerima daur ulang plastik pada tahun lalu.

Pengumuman ini sejalan dengan gerakan global yang melarang penggunaan plastik sekali pakai, termasuk kantong dan sedotan. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau juga mengutip pernyataan Uni Eropa dan menjadikannya inspirasi untuk melakukan pelarangan.

Meskipun telah diumumkan, namun plastik mana saja yang dilarang belum diketahui secara jelas. Saat ini mereka sedang membuat laporan ilmiah tentang polusi plastik. Setelah selesai, barulah bisa diputuskan barang-barang apa saja yang dilarang.

“Masyarakat tahu dampak dari sampah plastik. Mereka lelah melihat pantai, taman hingga jalan yang dipenuhi sampah plastik. Kami berutang kepada anak-anak kami untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan aman untuk generasi yang akan datang,” ujar Trudeau.

Meski mempunyai dampak buruk untuk lingkungan, namun plastik terkadang juga membawa manfaat. Salah satu contohnya ialah untuk penyandang cacat. Ada juga sarung tangan yang dibutuhkan untuk keperluan medis dan ilmiah.

Pelarangan juga disebut harus disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan penting lainnya. Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk melakukan konsultasi publik sebelum larangan diberlakukan secara resmi. (ren)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts