Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat MotoGP, Carlo Pernat menilai duet Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk MotoGP 2021 merupakan sebuah halusinasi.

Pernat menilai penampilan Lorenzo sebagai pebalap tes Yamaha musim ini tidak lantas membuat peluang Lorenzo kembali jadi pebalap MotoGP terbuka lebar. Pasalnya, posisi pebalap tes lebih aman dibandingkan Lorenzo kembali jadi pebalap MotoGP.

“Bila seorang pebalap tes bekerja, dia menikung dengan kecepatan 1,5 detik lebih lambat. Pebalap tes tentu tidak akan mengambil risiko terjatuh.”

“Tentu sebuah halusinasi bila membayangkan Lorenzo kembali ke MotoGP [hanya dengan berkaca pada hal tersebut],” ucap Pernat dikutip dari Sportal.

Rossi dan Lorenzo kembali bekerja sama di MotoGP 2020. Rossi bahkan mengakui bahwa ia yang meminta Yamaha merekrut Lorenzo sebagai pebalap tes musim ini. Hal itu memunculkan prediksi dua pebalap tersebut mungkin kembali jadi rekan setim di tim satelit Yamaha musim depan.




Valentino Rossi senang dengan kehadiran Jorge Lorenzo di Yamaha. (AFP PHOTO/ANP/ Vincent Jannink)



Rossi dan Lorenzo adalah rekan duet di Yamaha pada 2008 hingga 2016, kecuali di musim 2011 dan 2012 saat Rossi pindah ke Ducati. Hubungan Rossi dan Lorenzo memanas ketika keduanya terlibat dalam perburuan gelar di MotoGP 2015.

Lorenzo akhirnya pindah ke Ducati dan melanjutkan perjalanan ke Honda. Rossi masih terus bertahan di Yamaha sampai akhirnya MotoGP 2020 jadi musim terakhir ‘The Doctor’ bersama tim pabrikan tersebut.







Sejauh ini Rossi belum memutuskan untuk pensiun atau melanjutkan karier. Yamaha sudah memberikan penawaran motor dengan kualitas pabrikan bila Rossi mau bergabung dengan tim satelit Yamaha. (sry)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -