Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Kemampuan literasi mendukung cara berpikir anak dan memecahkan masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Memiliki keterampilan komunikasi menjadi salah satu harapan setiap orang tua untuk anaknya. Karenanya pengembangan bahasa merupakan bagian penting dari perkembangan si kecil.

Setiap orang tua berharap kelak sang buah hati memilki kemampuan berkomunikasi, memahami, dan mengekspresikan perasaan. Belajar mengenal, memahami, menggunakan, dan menikmati bahasa menjadi langkah awal mengasah kemampuan literasi anak penting. Hal ini penting diberikan sejak usia dini.

Disamping itu, kemampuan literasi juga dapat mendukung mengembangkan cara berpikir dan memecahkan masalah, dan membangun serta menjaga hubungan sosial. Pada penelitian terbaru pendidikan dalam P21 Framework for 21st Century Skills, terdapat beberapa keterampilan yang diperlukan siswa agar berhasil dan sukses, diantaranya, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan komunikasi, literasi (informasi dan teknologi), sosial, dan kolaborasi.

Melihat kebutuhan itu, English First (EF) meluncurkan inovasi bertajuk “Brunch with Roddy & Friends sebagai upaya mendukung perkembangan si kecil. EF English First for Kids & Teen meluncurkan program EF Small Stars melalui sebuah acara parenting talk show di Jakarta, Kamis (24/1).

Regional Director EF English First Indonesia Elisabeth Maria mengatakan perlunya mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menghadapi era saat ini dan masa depan. EF melakükan sebuah inovasi pada program EF Small Stars karena ingin mendampingi anak-anak mengembangkan kemampuan literasi dini mereka melalui bahasa Inggris.

“Melalui materi pembelajaran dan aktivitas yang menyenangkan, anak pun akan memiliki antusiasme belajar yang tinggi dan menikmati sesi belajar sehingga mampu mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri dengan lebih baik,” kata dia.

EF Small Stars adalah program pendidikan bahasa Inggris nonformal khusus untuk anak usia tiga-enam tahun. Program ini menggunakan metode belajar holistik melalui pendekatan pendidikan yang disesuaikan tahapan usia anak. Pembelajaran ini dirancang agar mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, kemampuan motorik halus dan kasar, serta kemampuan bahasa dan kognitif mereka dengan optimal.

Menghadapi abad ke-21, anak dituntut pandai secara akademik, kompetisi, dan memiliki karakter berkualitas. Elisabeth menambahkan banyak orang tua yang khawatir anaknya tidak berani tampil ke depan, berkomunikasi, dan sulit beradaptasi.

EF akan mengajarkan bagaimana anak mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan dan inginkan. Program Small Stars bukam sekadar mengajarkan skill dan bahasa, tetapi juga kepribadian.

“Kalau dia sudah berani, bisa bicara, tapi kalau dia bisa biccara tapi nggak berani ngomong, tetap akan susah. Harus berani tampil ke depan, dia akan tampil duluan, itu yang kita mau. Small Stars ini sudah dari 20 tahun lalu, dan ini adalah generasi ketiga,” ujarnya.

Aktivitas yang dilakukan, anak akan mulai belajar bahasa Inggris dari awal. Akan ada rutinitas menyanyikan hello song dan good bye song di awal dan akhir kelas. Kedua, mereka dibiasakan belajar aktif, tidak sekadar mendengarkan guru.

Kemudian pre literacy dan whole child development untuk motorik juga akan ditekankan. Setiap usia, diberikan buku belajar dan aplikasi belajar-bermain khusus dari EF.

“Banyak anak lebih suka gawai daripada bermain dan bersepeda. Maka, kami undang mereka agar mau belajar sambil bermain,” ujar Elisabeth.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -