Efek Negatif Hukuman Fisik Terhadap Perilaku Anak

0
25
Efek Negatif Hukuman Fisik Terhadap Perilaku Anak

Anak yang menerima hukuman fisik cenderung melakukan kekerasan ketika dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian orang tua mungkin masih menganggap hukuman fisik seperti memukul bokong efektif dalam mendisiplinkan anak. Faktanya, hukuman fisik seperti ini memiliki lebih banyak dampak negatif bagi anak khususnya terkait kesehatan mental.

Ada beragam penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa hukuman fisik memberi dampak negatif bagi anak. Salah satunya adalah studi berskala besar dari BMJ Open tahun lalu. Menurut studi ini, negara yang melarang hukuman fisik terhadap anak seperti memukul bokong, menampar dan memukul memiliki anak-anak yang kecil kemungkinannya melakukan kekerasan.

Studi lain dalam Journal of Pediatrics juga menunjukkan bahwa anak-anak yang kerap mendapatkan hukuman pukul bokong cenderung melakukan kekerasan ketika menjalin hubungan asmara.

Oleh karena itu, American Psychological Association turut mengambil sikap dan menentang hukuman fisik seperti pukul bokong terhadap anak. Sikap ini diambil karena American Psychological Association meyakini bahwa hukuman fisik tak hanya membahayakan anak-anak dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang.

“(Berdasarkan penelitian) manfaat jangka pendek yang diyakini muncul dari hukuman fisik tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan dari bentuk pendisiplinan ini,” jelas American Psychological Association seperti dilansir USA Today.

Menurut American Psychological Association, beragam penelitian telah membuktikan secara ilmiah bahwa hukuman fisik untuk mendisiplinkan anak dapat meningkatkan kemungkinan anak untuk memiliki sikap yang bermasalah. Beberapa contoh sikap yang bermasalah tersebut adalah agresivitas dan pembangkangan.

American Psychological Association menilai ada banyak cara mendisiplinkan anak yang lebih positif. Misalnya dengan berbagi pemikiran dengan anak, menerapkan sistem time out, menahan hak istimewa anak misalnya hak menggunakan gawai, memberikan peringatan terhadap perilaku buruk anak.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id