Food Court di ‘Pantai Maju’ Disebut Anies Tak Berizin, Ini Kata Pedagang

0
21 views
Food Court di 'Pantai Maju' Disebut Anies Tak Berizin, Ini Kata Pedagang




Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kawasan kuliner atau food court di Pulau D reklamasi atau yang sekarang bernama Pantai Maju tidak berizin. Anies mengatakan, seharusnya kafe atau tempat makan di sana sudah ditutup. Apa kata pedagang?

Salah satu pedagang sekaligus pemilik gerai, Sutarno mengatakan dia tak mengetahui kalau tempat makan di Pantai Maju tidak memiliki izin.

“Wah ya nggak tau saya, nggak tahu mas saya. Berita-berita begitu jarang nonton,” kata Sutarno saat ditemui di food court Pantai Maju, Jakarta Utara, Senin (11/2/2019).


Gerai di food court Pulau D reklamasi atau Pantai Maju Foto: M Guruh Nuary/detikcom

detikcom menyusuri food court tersebut sejak pukul 13.00 WIB. Pantauan di lokasi, ada sekitar 25 kios yang berdiri kokoh di food court Pantai Maju. Biasanya mereka mulai persiapan menjajakan makanan dan minuman sejak pukul 16.00 WIB dan tutup warung paling larut pukul 24.00 WIB.

Sutarno merupakan satu dari 25 pemilik kios yang ada di Pantai Maju. Sutarno biasa menjajakan menu bubur Cirebon. Satu mangkuknya dijual dengan harga Rp 13 ribu. Sayangnya, Sutarno tak mau mengungkapkan berapa keuntungan per harinya selama berjualan. Dia hanya menegaskan penjualan di Pantai Maju bagus.

“Ya kalau masalah pendapatan mah pokoknya bagus, kita nyaman lah jualan di sini. Di sini kan ramai apalagi kalau malam minggu, jam 21.00 WIB udah habis bubur saya. Kalau hari-hari biasa begini mah biasanya jam 23.00 WIB malam habisnya,” kata dia.

Sutarno membuka gerai di food court Pantai maju sejak pertengahan Januari 2019. Dia mengatakan, gerai yang disewanya masih dalam tahap percobaan selama 6 bulan.

“Depositnya Rp 2 juta. Masa percobaan itu kita bayar deposit doang, nanti sampai 6 bulan baru nanti ada kebijakan lagi, yang berjalan mah begitu, akan ada evaluasi nantinya,” paparnya.

Sutarno mengatakan, dia tak mau dikaitkan tentang perizinan food court yang dikatakan Anies tak berizin. Dia mengaku hanya ingin berjualan dan tak tahu menahu soal izin food court.

“Jadi kami ini istilahnya jangan dibawa-bawa lah, intinya mah pengen usaha di sini. Masalah perizinan mah tidak ah, nggak mau tahu saya, yang pertama karena memang saya nggak tahu, terus yang kedua itu bukan bidang kita, bukan porsi kita. Takut salah ngomong ntar malah ditendang ke laut, hehe. Niatnya kita kan di sini nyari uang, bukan nyari masalah,” jelasnya.

Wawan salah satu penjaga kios Chapayom di food court Pulau D reklamasi atau Pantai MajuWawan salah satu penjaga kios Chapayom di food court Pulau D reklamasi atau Pantai Maju Foto: M Guruh Nuary/detikcom

Sementara itu, Wawan penjaga gerai minuman merek Chapayom tak tahu menahu soal legalitas food court di Pantai Maju reklamasi itu. Dia mengaku hanya bekerja.

“Saya jualan di sini juga di suruh orang kantor, saya mah kerja aja lah,” kata Wawan.

Senada dengan Wawan, Anton penjaga gerai pempek juga tak tahu menahu soal perizinan kios. Dia mengaku hanya ingin berjualan.

“Kurang tau sih, kita nggak tau menahu, cuma kita kan mau nyari uang di sini, kita mau dagang, ya biar bisa nyari uang di sini, enak sih di sini. Masalah perizinan kita kurang tau sih, karena kita kan cuma kerja doang di sini,” ujar Anton.

Anton juga tak mengetahui berapa biaya sewa gerai yang ditempatinya. Namun, dia mengaku betah berjualan di Pantai Maju.

“Betah sih, enak, nyaman di sini,” singkatnya.

Menjelang malam di food court Pantai Maju, lampu-lampu mulai menyala. Pembeli pun kian ramai. detikcom mencoba mewawancari pedagang lain yang membuka gerai di sana. Namun, sebagian dari mereka enggan memberi komentar soal legalitas kios.

Kantor pengelola food court Pulau D reklamasi atau Pantai MajuKantor pengelola food court Pulau D reklamasi atau Pantai Maju Foto: M Guruh Nuary/detikcom

detikcom juga sudah menyambangi kantor pengelola kios yang jaraknya 5 kilometer dari food court. Salah seorang karyawan mengatakan, pengelola kios sudah meninggalkan kantor.

Sebelumnya, Anies mengatakan kawasan food court di Pantai Maju tidak berizin. Seharusnya, kafe atau tempat makan di sana sudah ditutup.

“Menurut mereka (jajaran Pemprov DKI Jakarta), tidak ada izin, harusnya sudah ditertibkan,” ucap Anies kepada wartawan di Monas.

Anies pernah meminta Sekda DKI Jakarta Saefullah mengecek soal izin di Pulau D, yang sekarang bernama Pantai Maju itu.

“Kemarin sore saya sudah panggil Pak Sekda untuk melakukan pengecekan izin. Mungkin hari ini saya dapat kabarnya. Tapi food court dan lainnya di Jakarta harus ada izin,” ujarnya.

(idn/hri)



Artikel ini telah tayang di detikNews

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here