Ganti Presiden di Pesantren Ar Risalah Padang

Suksesi kepemimpinan ini diikuti seluruh siswa, guru dan karyawan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Tak hanya di level nasional, ‘demam’ pemilihan presiden juga dialami oleh para santri Perguruan Islam Ar Risalah, Padang, Sumatera Barat. Hal ini terlihat dalam kegiatan pemilihan umum presiden Badan Eksekutif Siswa Ar Risalah (BES-AR) — setara OSIS — dan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Siswa (DPS).

“Para santri antusias menggunakan hak pilihnya menentukan siapa yang akan memimpin organisasi siswa intra sekolah itu setahun ke depan. Suksesi kepemimpinan siswa yang diselenggarakan pada Jumat (7/9) dan Sabtu (8/9) ini juga  diikuti oleh seluruh guru dan karyawan Yayasan Waqaf Ar Risalah,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) siswa Ar Risalah, Muhammad Iqbal dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (9/9).

Ia menyebutkan,  pelaksanaan pemilu presiden dan anggota legistatif siswa ini dilakukan dalam beberapa tahap, antara lain: pendaftaran kandidat, pengumuman pengesahan kandidat, masa kampanye, debat kandidat, pemungutan suara dan penghitungan suara. Ia mengapresiasi tingginya antusias para siswa mengikuti setiap proses pemilu ini.

Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Ar Risalah, Ariyonedi SHI mengemukakan,  pemilu presiden BES-AR merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh siswa untuk mengasah kemampuan leadership para siswa. Selain itu juga bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa tentang hidup berdemokrasi di Indonesia.

“Targetnya pilpres ini adalah membangun jiwa leadership atau kepemimpinan dan  memperkenalkan siswa dengan suasana demokrasi di Indonesia. Karena mekanisme pelaksanaannya sama dengan pemilu di Indonesia. Harapan kita hal ini menjadi wadah pembelajaran bagi siswa untuk siap mengikuti kehidupan demokrasi yang sesunggungnya setelah selesai belajar di Ar Risalah ini,” ujar pembina BES-AR itu.

Perguruan Islam Ar Risalah Sumatera Barat yang mengelola pendidikan dari level TK hingga Madrasah Aliyah sejak awal berdiri konsisten mengajarkan arti demokrasi dan semangat nasionalisme bagi siswanya. “Hal ini dilakukan guna mempersiapkan kader-kader penerus bangsa yang cakap dan siap menjaga keutuhan NKRI,” tutur Ariyonedi.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts