Gencar Bikin Toko Offline, Vivo Ingin Lebih Dikenal di Luar Jawa

0
4
Public Relations Manager Vivo Indonesia, Tyas K. Rarasmurti.

VIVA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, jumlah pengguna internet mencapai 171,17 juta pengguna pada akhir 2018. Perangkat ponsel berkontribusi paling besar dengan jumlah 93,9 persen, disusul tablet 85,2 persen, serta komputer atau laptop 55,6 persen.

Sedangkan untuk smartphone dengan merek yang paling banyak dipakai pengguna internet adalah Samsung dengan persentase 37,3 persen, Oppo 18 persen, Xiaomi 17,7 persen, Vivo 7,5 persen, dan Asus 3,2 persen.

Di mata Public Relations Manager Vivo Indonesia, Tyas K. Rarasmurti, dengan posisi Vivo berada di peringkat empat membuat dirinya bangga karena masyarakat sudah mulai percaya produknya sebagai perangkat yang bisa diandalkan untuk beraktivitas sehari-hari.

“Tentu saja belum puas. Saya sangat berharap semakin banyak orang yang menggunakan Vivo,” ungkapnya di Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019.

APJII juga turut menyoroti penetrasi dan perilaku pengguna yang melibatkan 5.900 responden.

Pada 2017 misalnya, penetrasinya mencapai 54,68 persen, yang kemudian di 2018 meningkat menjadi 64,8 persen. Pulau Jawa sebagai penyumbang angka terbesar di mana porsinya mencapai 55 persen.

Tyas mengaku memiliki target untuk penetrasi di luar Pulau Jawa dengan terus memperbanyak toko fisik atau offline. Perusahaan teknologi asal China ini juga banyak melakukan kemitraan atau kerja sama untuk menjadi distributor Vivo atau membangun Vivo Official Store.

“Bisa dilihat di ITC Roxy Mas dan Mal Kelapa Gading. Di sana sudah ada toko khusus Vivo dengan model yang baru. Kami sudah harus punya toko sendiri sebagai representasi untuk terus melebarkan sayap penjualan, khususnya di luar Jawa.” (mus)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id