Gurihnya Bisnis Pisang Molen Beromzet Rp.2 Juta Sehari

Gurihnya Bisnis Pisang Molen Beromzet Rp.2 Juta Sehari

TABLOIDBINTANG.COM – Ada banyak cara menikmati pisang. Selain dimakan langsung, buah ini juga bisa disajikan dengan cara digoreng, dibakar, hingga direbus.

Salah satu varian yang cukup populer di Indonesia adalah pisang molen. Kudapan ini mudah dijumpai di penjual gorengan kaki lima. Belakangan, pisang molen juga menjelma jadi hidangan kekinian. 

Seperti inovasi yang dilakukan dua sahaabat, Mohammad Taufiq alias Tommy dan Nugra Phe Anwar, pemilik gerai Raja Molen Lebak Bulus. Di tangan mereka, pisang molen bisa dinikmati dengan banyak pilihan rasa. 

Mulai dari pisang molen original, pisang molen coklat, pisang molen keju, pisang molen strawberry, pisang molen blueberry, pisang molen nanas, pisang molen kacang, pisang molen kismis, dan molen Arab berisikan coklat keju.

Untuk bahan dasar, dipilih pisang uli Sukabumi yang memiliki rasa manis dan legit. Meski hanya menggunakan gerobak, keuntungan dari bisnis ini terbilang cukup menggiurkan.

Dalam sehari, Raja Molen Lebak Bulus bisa menghabiskan 6 tandan pisang. Dengan harga jual Rp.1000 hingga Rp.1500 per pisang molen, omzet yang bisa didapat Tommy dan Nugra mencapai Rp.2 juta per hari. 

Mohammad Taufiq alias Tommy dan Nugra Phe Anwar, pemilik gerai Raja Molen Lebak Bulus. (Ari/tabloidbintang.com)

Mohammad Taufiq alias Tommy dan Nugra Phe Anwar, pemilik gerai Raja Molen Lebak Bulus. (Ari/tabloidbintang.com)

Bukan hanya warga sekitar Lebak Bulus, Raja Molen juga menarik minat pembeli dari daerah yang cukup jauh.

“Pembeli ada yang dari Cengkareng, Karawaci, TMII, Kebon Sirih, bahkan ada yang pesan mentahnya untuk dibawa ke Surabaya dan Amerika,” cerita Tommy.

Selain datang ke lokasi, Raja Molen Lebak Bulus juga bisa dibeli melalui aplikasi ojek online atau pemesanan langsung lewat Instagram @rajamolen_jakarta.

(ari/ari)

loading…

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Artikel ini telah tayang di tabloidbintang.com

Related Posts