Hakim PN Jakpus Pose ‘Dua Jari’, MA: Tidak Terkait Politik

0
17 views
Hakim PN Jakpus Pose 'Dua Jari', MA: Tidak Terkait Politik





Jakarta
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat membantah jika foto para hakim yang berpose ‘dua jari’ dikaitkan dengan pilpres 2019. Mahkamah Agung (MA) juga menegaskan foto yang ramai diperbincangkan tersebut sama sekali tidak terkait politik.

“Kalau menurut informasi itu kan bermacam gaya tidak hanya satu macam gaya saja, jadi ya tidak ada maksud mengkaitkan dengan politik. Jangan salah mengartikan seperti itu sekarang kan lagi sensitif,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah ketika dihubungi detikcom, Selasa (12/2/2019).

Abdullah mengatakan pihaknya belum menemukan siapa para hakim yang berada dalam foto itu. Namun, ia memastikan mereka merupakan hakim ad hoc Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


“Itu menurut informasi itu hakim ad hoc Tipikor, PN Jakarta Pusat,” ucapnya.

Ia menjelaskan foto itu sudah diambil sejak tiga bulan saat merayakan perpisahan atas pindahnya salah satu hakim ad hoc ke Bengkulu. Kemudian para hakim itu jelas Abdullah mengabadikannya dengan menggunakan tustel untuk kepentingan pribadi.

“Menurut informasi dari ketua pengadilan itu sudah dilakukan 3 bulan lalu, dan itu berbagai pose, tetapi yang diviralkan seperti itu (pose dua jari). Jadi itu ceritanya setelah acara hakim ad hoc yang akan pindah ke Bengkulu, kemudian foto foto, itu pun pakai tustel nggak pakai handphone, makanya mereka tidak merasa memviralkan foto, tapi kok ada di media, berarti kan ada yang sengaja memviralkan itu,” katanya.

Abdullah pun menyebut para hakim itu berfoto dengan berbagai macam gaya. Sehingga dirinya tidak ingin berspekulasi terkait foto yang viral itu. Ia menyebut momen tersebut hanya pengaruh suasana perpisahan.

“Sekarang apa adanya seperti itu, kita kan juga belum tahu apakah setiap orang gaya kemudian diartikan dukung mendukung itu kan terlalu berlebihan.Itu tanggung jawab ketua pengadilan masing-masing ketua pengadilan pasti sudah periksa. Meskipun pose seperti itu kan belum ada maksud bersifat politik, itu kan hanya euforia untuk perpisahan saja,” lanjut Abdullah.

Sebelumnya, foto itu menampilkan 10 hakim memakai toga merah.Satu di antaranya perempuan dan berjilbab. Mereka dengan senyum lebar berfoto bersama dengan jari jempol dan telunjuk mengacung. Bentuk jari itu menyerupai salam yang bisa digunakan oleh tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kampanye.

Ketua PN Japus Yanto membantah keras foto-foto itu terkait pilpres atau keberpihakan politik. Ia menyebut gaya itu membentuk pistol bukan salam dua jari.

(eva/asp)



Artikel ini telah tayang di detikNews

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here