Hampir Setengah Orang Amerika Gila Kerja

0
24 views
Hampir Setengah Orang Amerika Gila Kerja

Mereka terkena gejala ketegangan mata digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hampir setengah atau 48 persen karyawan di Amerika mengakui mereka gila kerja. Bahkan menurut penelitian, mereka menghabiskan sembilan jam sehari di layar selama hari kerja dan memeriksa ponsel mereka sebelum tidur.

Dilansir di Daily Mail, tepatnya 50 persen karyawan merasa terlalu sibuk untuk berlibur. Sebanyak 58 persen mengatakan mereka memeriksa email mereka di tempat tidur tak lama setelah bangun tidur.

Tetapi hanya 28 persen orang Amerika yang gila kerja keras mengatakan mereka harus bekerja keras karena kebutuhan finansial. Penelitian ini juga menemukan fakta rata-rata orang bekerja empat jam sepekan dan akan menghabiskan tambahan empat jam sepekan hanya untuk memikirkan pekerjaan.

Saat melakukan survei, lebih dari setengah (53 persen) orang Amerika mengatakan mereka saat ini sedang stres soal pekerjaan. Survei terhadap 2.000 pekerja Amerika dilakukan oleh OnePoll atas nama Dewan Visi.

Dewan Visi ingin melakukan penelitian untuk mengungkap bagaimana orang Amerika bekerja keras dan efek dari terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar karena pekerjaan. Dalam survei, satu dari tiga yang mengejutkan mengatakan mereka menghabiskan lebih dari sembilan jam waktu layar sehari.

“Mata manusia tidak dirancang melihat perangkat digital, belum lagi hampir seperti yang dilakukan orang modern,” kata dokter mata dan penasihat medis untuk The Vision Council, Justin Bazan.

Dengan banyaknya jam kerja orang Amerika dan menghabiskan seluruh hari kerja mereka pada perangkat digital, sangat penting bagi individu untuk melihat secara serius implikasi pada mata karena mata adalah organ yang menerima beban terbesar dari semua waktu layar ini.

Rata-rata orang Amerika yang bekerja akan mengalami empat keluhan terkait mata dalam sehari. Tiga dari empat orang mengatakan mereka akan merasa kurang jika mereka tidak harus menatap layar sepanjang hari.

Ketegangan, mata kering, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga sakit leher dan bahu adalah contoh dari kumpulan gejala ini yang dikenal sebagai ketegangan mata digital. Kabar baiknya adalah ada solusi kacamata yang dilengkapi dengan lensa tradisional dengan cahaya biru dan kemampuan anti-reflektif untuk memerangi cahaya dan cahaya biru. 

“Itu tersedia untuk membantu meringankan gejala ketegangan mata digital,” kata Bazan.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here