Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Penyelenggara London Fashion Week mewaspadai penularan virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI—Sanitiser tangan menjadi benda paling penting dalam acara London Fashion Week 2020 yang dibuka pada Jumat (14/2). Hal ini terkait dengan wabah virus corona COVID-19.

Pertunjukan catwalk dimulai dengan perancang Cina Yuhan Wang yang menghadirkan koleksi solo pertama. Dia mengeluarkan jaket berpinggang terinspirasi era Victoria dan blus renda hitam.

Kepala eksekutif dewan mode Inggris Caroline Rush memperingatkan jumlah penampil akan turun karena virus corona. Beberapa desainer berjuang karena penutupan jaringan transportasi dan pabrik di China.

“Kami memiliki satu desainer yang tidak dapat ditampilkan karena koleksi mereka belum tiba dari China. Ini karena masalah logistik,” ujar Rush kepada Reuters, seperti yang dilansir dari Indian Express, Sabtu (15/2).

Industri fashion secara keseluruhan menghadapi masalah pada beberapa bulan. Hal ini jika pembatasan perjalanan dan pekerjaan berlanjut di China akibat virus Corona. Negara Tirai Bambu ini disebut sebagai produsen tekstil terbesar di dunia.

Rush mengatakan London Fashion Week mengambil tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus dengan menyediakan sanitiser anti bakteri. “Kebersihan adalah prioritas. Ada anti bakteri di mana-mana,” katanya.

Ia juga mengatakan London Fashion Week memastikan jurnalis, pembeli dan influencer media sosial China yang tidak dapat hadir masih dapat bergabung.

“Kami telah menemukan mitra seperti Business of Fashion China untuk mendorong konten itu keluar,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa konten juga akan dipromosikan di platform media sosial China, seperti Weibo dan WeChat.

Kehadiran partisipasi China yang lebih rendah berpotensi menjadi pukulan besar bagi jenama-jenama fashion. Sebab, menurut Bain & Company, pengeluaran China menyumbang sepertiga dari penjualan pasar global mewah pada 2018.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -