Huawei: Kami Jualan Produk Kualitas Tinggi, Bukan Patriotisme

Huawei: 5 Alasan Barat Khawatir dengan Perusahaan Teknologi China

VIVA – Sisa-sisa ‘peperangan’ Amerika Serikat dengan raksasa teknologi China, Huawei, masih terasa. Ketika Presiden AS Donald Trump melarang seluruh perusahaan teknologi di negaranya untuk berbisnis dengan Huawei, warga China berbondong-bondong membeli produk Huawei sebagai sikap patriotisme.

Akan tetapi, cara seperti itu banyak mendapat anggapan miring dan berlebihan. Artinya, jika Anda seorang yang patriotik maka akan membeli Huawei yang merupakan produk buatan China, bukan iPhone yang buatan AS atau produk asing.

Dikutip dari situs Gizmochina, Kamis, 11 Juli 2019, Senior Vice President and Director of the Board Huawei, Chen Lifang, memiliki pandangan berbeda dalam hal ini.

Ia mengklaim Huawei tidak melakukan pekerjaannya dengan baik terhadap produk, layanan, dan teknologi. Oleh sebab itu tidak mungkin mereka bertahan dalam jangka waktu yang panjang dan hanya bermodalkan label patriotisme.

“Kami tidak peduli dengan label apapun yang dikeluarkan oleh masyarakat maupun media global. Mereka hanya fokus pada pembuatan produk berkualitas tinggi,” ungkap Lifang.

Pada Mei lalu, Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, juga pernah mencoba melepas label ini dengan mengatakan bahwa Apple memiliki ekosistem yang cukup bagus. Ia juga mengaku masih membeli iPhone untuk keluarganya saat mereka berada di luar negeri.

Adanya klaim ini memberi arti jika Huawei tidak ingin konsumen membelinya hanya karena alasan patriotisme. Sebagai gantinya, Ren ingin terus fokus membuat produk yang berkualitas mumpuni.

Masuk akal mengapa Huawei ingin lepas dari label patriotisme. Meskipun berasal dari China, namun mereka menjual smartphone ke berbagai penjuru dunia dalam jumlah jutaan unit.

Huawei membutuhkan dukungan dari pengguna global, dan satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan membuat produk berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts