Iklan Burberry Tuai Kontroversi di Cina

Iklan Burberry Tuai Kontroversi di Cina

Pengguna Weibo merasa tidak nyaman melihat keluarga Cina dalam iklan Burberry.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Burberry baru saja merilis kampanye baru dalam peringatan Tahun Baru Cina. Kampanye yang disebut “Modern Tradition” ini ternyata memicu kontroversi di Cina.

Tanggapan tersebut pun melahirkan pertanyaan apakah, setelah kehebohan Dolce & Gabbana, kampanye Burberry adalah contoh lain dari merek-merek mewah Barat yang salah paham budaya Cina. Para pengguna media sosial Weibo menyatakan rasa tidak nyaman atas iklan tersebut.

Merek Inggris ini meluncurkan kampanye fotografi global, dibintangi oleh aktris Vicki Zhao dan Zhou Dongyu pada 3 Januari. Foto tersebut diambil oleh fotografer mode terkenal Ethan James Green, dikutip dari Channel News Asia, Senin (7/1).

Pengguna Weibo menyatakan, kalau konsep foto tersebut memberi mereka “perasaan tidak nyaman”. Salah satunya menafsirkan gambaran yang diperlihatkan sebagai “keluarga yang berencana untuk membunuh nenek kaya mereka dan memperebutkan warisan”.

“Pertama Balenciaga, lalu Dolce & Gabbana, dan sekarang Burberry? Tahun Baru Cina adalah waktu untuk reuni keluarga, kegembiraan dan keberuntungan. Orang-orang ini terlihat seperti aktor dalam film horor,” tulis yang lain.

Padahal maksud konsep tersebut mencoba menceritakan hal lain dari yang tertangkap dari warganet Cina. Pada situs web Burberry, konsepnya digambarkan sebagai, “sebuah potret kebersamaan, mengumpulkan generasi lintas keluarga untuk perayaan musiman.”

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts