Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Media sosial Instagram sedang melakukan uji coba menghapus jumlah ‘like’ di platform. Namun, Client Partner Facebook and Instagram Indonesia, Aldo Rambie, menegaskan mereka tidak akan menghapus tombol ‘like’, melainkan jumlahnya saja.

“Jadi mekanismenya seperti ini. Tombol like akan tetap ada. Kalau diketuk simbol like maka kita bisa lihat siapa saja yang nge-like. Nah, jumlahnya ini yang dihapus,” kata dia di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Aldo mengatakan dengan menghilangkan jumlah like, maka pengguna masih bisa menghitung jumlah orang yang menyukai postingannya namun secara manual. Selain itu, menghilangkan jumlah like diklaim supaya pengguna lebih fokus dengan hal lainnya.

“Bisa untuk hal-hal kreatif seperti membuat video dan konten yang lebih bermakna,” jelasnya. Saat ini baru Kanada yang menjadi negara pertama uji coba penghapusan like. Ia pun meminta menunggu giliran untuk Indonesia dalam melakukan uji coba tersebut.

Meski begitu, Aldo enggan berkomentar mengenai respons pengguna soal uji coba ini dan mengaku masih menunggu hasilnya. “Kami sedang melakukan tes pasar. Kami ingin melihat insight dan impact-nya seperti apa. Jadi kita tunggu saja perkembangannya,” ungkap Aldo.

Bukan itu saja. Aldo juga tutup mulut soal kebijakan hapus like ini berdasarkan temuan isu kesehatan mental yang berhubungan dengan jumlah like.

Menurutnya, pengguna Instagram sangat beragam di mana satu wilayah bisa berbeda dengan wilayah lainnya terkait dengan kesukaan fitur.

“Kami enggak bisa komentar dan merepresentasikan user yang ada sekarang. Karena sangat beragam. Di Indonesia mungkin suka tapi belum tentu negara lain. Begitu pula sebaliknya,” tegas Aldo.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -