Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bicara soal hasil survei sementara terkait Pilpres 2019. Dia meminta pendukungnya tidak senang dulu dengan hasil survei meski unggul 20 persen dari lawannya.

Jokowi mengatakan, saat ini lanskap politik, ekonomi dan sosial global mengalami perubahan. Hal ini dia sadari saat PM Inggris David Cameron kalah saat referendum Brexit.

“Saya saat itu tanya kepada PM Cameron, referendum Brexit seperti apa? Apa dia jawab? “Kita akan menang besar. Hasil survei menang besar, meskipun kalah, kita tetap akan menang, meski kecil dianggap menang”. Tapi apa yang terjadi? hasilnya dia kalah,” kata Jokowi saat memberi pengarahan kepada Relawan Bravo-5 di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

Hal yang sama juga dirasakan Jokowi saat Hillary Clinton yang jauh diunggulkan saat Pilpres Amerika Serikat (AS) kalah dengan Donald Trump.

“Padahal semua survei sampai detik terakhir (menyatakan Hillary Clinton menang). Dan saya mulai bertanya-tanya, bahkan Obama pun waktu saya tanya jawabnnya pasti menang. Tapi kita lihat, Donald Trump yang menang,” kata Jokowi.

Ini artinya, lanjut Jokowi, lanskap politik global sudah berubah. Untuk itu jangan senang dulu dengan hasil survei.

Apalagi, kata Jokowi, hasil survei atas dirinya selama 2,5 bulan ini menang di atas 20 persen dari rivalnya.

“Ini yang harus kita lihat dalam sebuah kacamata kehati-hatian. Hati-hati menangani ini. Jangan senang dulu menang survei, dengan sebuah gap yang di atas 20 persen sudah 2,5 bulan ini seperti itu terus,” katanya.

Dia juga meminta kepada relawan agar waspada dengan isu yang berkembang di media sosial. Apalagi saat ini media sosial dengan keterbukaannya sangat mudah mempengaruhi masyarakat.

“Hati-hati, jangan senang dulu, karena itu tadi, dengan adanya keterbukaan, media sosial yang sangat terbuka seperti sekarang ini munculnya isu yang tiba-tiba mempengaruhi yang namanya pemilih dengan dadakan karena isunya memang sudah disiapkan,” katanya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta relawan berkampanye secara door to door. Cara itulah yang digunakan Jokowi memenangkan Pilwalkot Solo dan Pilgub DKI.

“Apa yang bisa kita tarik ke sini, bahwa yang namanya door to door menjelaskan kepada orng yang belum tau diperlukan inilah sebetulnya pekerjaan besar kita, menjelaskan ke masyarakat apa yang telah kita lakukan apa yang telah kita kerjakan sampai dimana dan apa manfaat dari program-program yang telah kita kerjakan,” ucapnya.

(jor/dkp)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -