Kasual Bohemian untuk Saat dan Setelah Lebaran

Kasual Bohemian untuk Saat dan Setelah Lebaran

Busana gaya kasual bohemian cocok untuk Lebaran karena nyaman dan tidak panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak yang menilai tampilan di hari Lebaran pantasnya adalah gaya yang mewah seperti abaya atau kaftan. Padahal tampilan yang kasual dengan bahan nyaman bisa jadi pilihan juga untuk gaya Lebaran.

“Kalau kaftan, abaya kan biasanya dari bahan panas, satin, organza segala macam. tapi kalau yang kasual bisa dari katun, menyerap keringat, yang adem dan setelah hari raya pun bisa dipakai kan,” kata selebgram sekaligus fashion ethusiast, Dwi Handayani, dalam peluncuran Suqma Store di Pejaten Village, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan bahan yang nyaman, tidak panas, koleksi kasual sangat cocok dipakai beraktivitas saat hari raya. Lebih unggulnya, koleksi tentunya bisa kembali dipakai walaupun hari raya atau Ramadhan sudah selesai.

Warna-warna untuk busana kasual juga cenderung netral. Warna ivory memang cenderung cocok untuk kulit-kulit Indonesia. Kemudian untuk menambah kesan menarik, bisa memilih yang bermotif.

“Misal motif bohemian yang sedang tren, kalau ingin tampil modis lihat motifnya agar elegan dan cantik,” tambahnya.

Suqma, merek busana Muslim Indonesia melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka toko kelimanya di Pejaten Village lantai 1. Suqma juga menghadirkan beragam pilihan koleksi, mulai dari abaya hingga model-model kasual.

Suqma mempersiapkan Koleksi Raya bertajuk Sahara, terinspirasi dari gelombang khas gurun Sahara serta budaya berpakaian masyarakat lokal dengan gaya bohemian. Sahara digambarkan dalam koleksi pakaian yang bersiluet bersih dengan detail seperti flare, ruffles dan pleats serta penggunaan warna seperti warna merah bata, mustard, sandy maple brown, olive, putih gading dan hitam.

Material bahan yang ringan dan nyaman, juga menjadi pilihan dalam koleksi musim panas ini, yaitu polyester crepe dan rayon. Beberapa waktu lalu juga diluncurkan koleksi Beautiful in Person, inspirasi sekaligus berkolaborasi dengan Melody Laksani.

Riel Tasmaya, selaku CEO Suqma mengatakan sebagai pelaku bisnis di industri busana muslim Indonesia, Suqma terus berinovasi dengan mengembangkan karya terbaru, autentik serta orisinal. Suqma mengedepankan kontrol kualitas pada setiap koleksinya.

“Untuk siap masuk ke pasar global, konsistensi kualitas merupakan hal yang penting untuk menjadi merek mode yang bersaing dengan merek internasional,” ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts