Kecelakaan Maut, Boeing Perbarui Software Pesawat 737 Max – VIVA

0
3
Pabrik Boeing di Everett

VIVA – Produsen pesawat terbang Boeing merilis pembaruan software untuk pesawat 737 Max sekitar bulan depan. Boeing mengumumkan pembaruan tersebut di website resmi perusahaan merespons sejumlah kecelakaan pesawat jenis tersebut. 

Dalam beberapa bulan terakhir terjadi kecelakaan pesawat Boeing 737 Max yakni pesawat Lion Air 610 yang terjadi Oktober tahun lalu dan terakhir kecelakaan pesawat jenis yang sama di Ethiopia pada Minggu 10 Maret 2019 yang menewaskan 157 orang. 

Kedua kejadian tersebut menggunakan pesawat 737 Max 8. Boeing menyatakan setelah kejadian Lion Air 610, mereka telah mengembangkan software untuk kontrol penerbangan pada 737 Max. 

“Ini termasuk pembaruan aturan kontrol penerbangan Maneuvering Characteristic Augmentation System (MCAS), tampilan pilot, manual operasi dan pelatihan kru. Aturan kontrol penerbangan yang disempurnakan gabungan dari input angle of attack (AOA), pembatasan perintah stabilizer trim sebagai respons akibat kesalahan pembacaan serangan dan memberikan batasan untuk perintah stabilizer untuk mempertahankan otoritas elevator,” kata Boeing, dilansir laman Uber Gizmo, Rabu 13 Maret 2019. 

Boeing mengumumkan pilot selalu bisa mengesampingkan automasi yang salah. Ini menjadi perhatian utama saat menyelidiki kecelakaan Lion Air. 

Sejumlah pihak meyakini pesawat mendorong bagian depannya terlalu jauh ke bawah sebagai upaya tidak berhenti dan pilot tidak bisa mengoreksi pembacaan yang salah. 

Boeing juga mengatakan tambahan pada software MCAS yang diterapkan pada 737 Max untuk meningkatkan karakteristik dan menurunkan tendensi dari sudut serang yang terelevasi. Hal tersebut dimasukkan saat uji coba penerbangan sebagai bagian dari proses sertifikasi untuk pesawat masuk dalam layanan. 

“MCAS tidak mengontrol pesawat dalam penerbangan normal, ini meningkatkan kebiasaan pesawat dalam bagian tidak normal dalam operasi,” ujar perusahaan. 

Boeing masih tak mau membicarakan lebih detail soal pembaruan ini. Namun. mereka mengatakan lembaga Federal Aviation Administration di Amerika Serikat tidak mengamanatkan tindakan apa pun saat ini. 

Tapi, Boeing mengamanatkan agar FAA bisa memberikan mandat mengenai pembaruan software lewat Airworthiness Directive (AD) paling lambat April. 

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id