Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Platform High Performance Blockchain (HPB) mengumumkan kerja sama dengan dua perusahaan dan satu lembaga keuangan global, yakni UnionPay, Laya.One, dan International Finance Corporation (IFC).

Menurut Pendiri HPB, Wang Xiaoming, melalui kemitraan ini, HPB terhubung dengan jaringan pembuat kebijakan global seperti World Economic Forum, G20, OECD, APEC dan AFI.

“Semua kemitraan ini akan membantu untuk lebih mengglobalisasi dan mendesentralisasi platform kami untuk memberikan nilai kepada pengguna, klien, dan mitra,” ungkap dia, lewat keterangannya, Kamis, 8 Agustus 2019.

Hal tersebut juga memungkinkan HPB untuk berdiskusi lebih dekat dengan para pemimpin, pemikiran, dan pembuat kebijakan tentang aplikasi potensial untuk teknologi Blockchain demi kemajuan masyarakat.

Selain itu, Wang mengaku juga menjalin kemitraan dengan lebih dari 50 perusahaan lainnya dalam rangka memperkuat platform Blockchain mereka, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemitraan akan terus kami jalin, baik di Indonesia maupun dengan perusahaan luar negeri,” jelasnya.

Sebagai informasi, UnionPay adalah satu-satunya jaringan antarbank di China yang menghubungkan semua ATM dari semua bank di seluruh negeri.

Perusahaan ini merupakan perusahaan pembayaran kartu terbesar, baik kartu debit maupun kredit, di dunia dengan nilai transaksi US$14,95 triliun pada 2017.

“Tentu UnionPay pesaing berat Visa dan Mastercard. Karena itu, kami sedang mengembangkan DApp untuk UnionPay Smart yang berfokus pada pemrosesan data besar di platform Blockchain,” tutur Wang.

Untuk itu, HPB bekerja sama dan mengembangkan sistem yang dirancang untuk meningkatkan manajemen data besar UnionPay Smart, atau disebut Sistem Pelacakan Resmi UnionPay Smart.

Platform ini memungkinkan pengguna yang berbeda, termasuk klien perbankan dan lembaga keuangan lain, serta UnionPay untuk berinteraksi dan bertukar data dengan mudah.

Berbagai jenis data dan kontrak konsumen disimpan secara on-chain dengan memanfaatkan identitas digital (ID) dan ditransaksikan melalui kontrak pintar.

Kemudian dengan Laya.One, Wang mengaku kemitraan ini melibatkan tiga komponen utama, yaitu web wallet, integrated development environment (IDE), dan pengembangan game yang nantinya akan dimasukkan ke jaringan HPB.

Terakhir bermitra sama IFC. “Di sini kami fokus pada UKM. Mereka (IFC) mampu mengoperasikan jaringan keanggotaan global yang menyatukan lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan lembaga keuangan pembangunan untuk berbagi pengetahuan, memacu inovasi, dan mempromosikan pertumbuhan UKM,” ujar Wang.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -