Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Khofifah menginginkan pemilu yang aman dan mencerdaskan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Khofifah Indar Parawansa meminta agar tidak ada lagi kampanye hitam menjelang Pemilihan Umum 2019, Permintaannya itu demi menciptakan pemilu yang aman serta mencerdaskan seluruh elemen masyarakat.

“Beda politik itu realitas demokrasi. Mari bersama lakukan format dalam mengekspresikan perbedaan dalam suasana yang menghargai satu dengan lain. Jangan lakukan kampanye negatif apalagi kampanye hitam,” katanya saat di Kediri, Jatim, Sabtu (29/12).

Pada 17 April 2019, kata dia, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi dengan memilih calon presiden dan calon wakil presiden, DPR dari pusat hingga daerah, serta DPD. Ia mengungkapkan pesta demokrasi baik pemilu legislatif, pemilihan bupati, pemilihan gubernur, hingga pemilihan presiden adalah proses amanademen.

Dirinya juga pernah ikut menjadi bagian dari proses amandemen itu saat maju menjadi calon gubernur Jatim dengan pasangannya Emil Dardak dan dinyatakan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim terpilih. Pihaknya meminta agar masyarakat ikut menghormati seluruh proses demokrasi.

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat, sebab sesuai dengan demokrasi yang berdasarkan pada kedaulatan rakyat, bahwa rakyat berdaulat memilih pemimpin nasionalnya. “Berilah hak pendewasaan berdemokrasi dan cintai negeri ini dengan melakukan sesuatu yang konstruktif, produktif, sesuatu yang memberikan semangat bahwa bangsa ini harus berdiri dan terus melaju, berkemajuan di antara berbagai percepatan kemajuan yang diperoleh bangsa-bangsa di dunia,” tutur dia.

Khofifah menambahkan, dari hasil rilis Pricewaterhouse Coopers (PwC), yang merupakan lembaga konsultasi ekonomi internasional mengungkapkan tentang laporan proyeksi pertumbuhan global jangka panjang hingga 2050 untuk 32 ekonomi terbesar di dunia. Indonesia berada di urutan keempat.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -