Kisah Diego dan Marlies Digelar dalam Pameran Foto

Kisah Diego dan Marlies Digelar dalam Pameran Foto

Lewat pameran, pengunjung diharapkan terinspirasi untuk berdonasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Diego Yanuar dan Marlies Fennema sudah melakukan perjalanan bersepeda dari Belanda ke Indonesia. Perjalanan Diego dan Marlies diikuti banyak orang melalui media sosial Instgaram. Mereka sengaja bersepeda demi menggalang dana untuk amal.

Tak hanya mengabadikan perjalanan tersebut melalui akun media sosial, Diego dan Marlies membagikan kisahnya melalui sebuah pameran foto yang dikurasi oleh Yunaidi Joepoet.

Pameran foto itu juga akan didedikasikan untuk penggalangan dana bagi tiga organisasi non-laba yaitu Lestari Sayang Anak, Jakarta Animal Aid Network dan Kebun Kumara. Perjalanan bersepeda keduanya selama hampir setahun sudah mengumpulkan 15 ribu euro atau sekitar Rp 241 juta. Pameran yang dikemas dengan judul Everything in Between: The Exhibition, berlangsung mulai kemarin (12/3) hingga 24 Maret 2019 di Kopi Kalyan Barito.

“Melalui pameran ini, saya berharap bahwa orang-orang tidak merasa mereka harus bersepeda dari Belanda ke Indonesia untuk melakukan perubahan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk membuat perubahan,” ungkap Marlies dalam media gathering di Kopi Kalyan Barito Jakarta, Selasa (12/3)

Menurut Marlies, perjalanan keduanya sudah direncanakan selama dua tahun sebelum mereka akhirnya mulai mengayuh sepeda dari Belanda pada bulan Februari 2018. Dalam perjalanan ini mereka telah melewati 23 negara sepanjang 12 ribu kilometer, hingga akhirnya tiba di Indonesia.

Pameran ini juga akan menampilan sepeda dan peralatan yang digunakan Marlies dan Diego selama perjalanan. Karena itu Diego berharap, adanya pameran ini bisa memberi perspektif berbeda kepada semua orang tentang lingkungan, alam, binatang dan umumnya semua ciptaan Tuhan.

“Semoga semua yang datang ke pameran ini akan lebih berpikir dalam mengambil keputusan. Berpikir mengenai ciptaan Tuhan yang lain yang sering kita lupakan yaitu binatang dan alam,” kata Diego.

Sementara itu, melalui acara Everything in Between: The Exhibition, kurator pameran Yunaidi Joepoet juga berharap masyarakat lebih menyadari bahwa batas negara bukan menjadi pemisah manusia dan menemukan kembali esensi dalam sebuah perjalanan yang melebihi hedonisme belaka.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id