Kita Kadang Lupa dari Partai Apa

0
3
Kita Kadang Lupa dari Partai Apa





Jakarta
Dalam silaturahmi yang digelar di Bogor, kepala daerah dan tokoh yang hadir mempunyai sikap yang berseberangan saat Pemilu 2019. Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan pertemuan lebih banyak mencari titik temu, dibandingkan mengurai perbedaan.

“Kita kadang lupa masing-masing partai apa. Lebih banyak temu titik temu. Hampir tidak ada perbedaan tadi. Semua punya titik temu di persoalan kebangsaan,” ucap Bima Arya, kepada wartawan di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kawasan Istana Bogor, Bogor, Rabu (15/5/2019). Bima menjawab pertanyaan soal perbedaan sikap politik para tokoh yang hadir pada Pilpres 2019.


Menurut Bima, pertemuan dilandasi kesamaan pemikiran tentang kebangsaan. Bahkan, menurut Bima, setiap tokoh yang hadir menjadi lupa dari partai mana mereka berasal.

“Jadi nggak ada yang agak menjurus perbedaan politik. Kadang kita lupa Pak Zul partai apa. Azwar Anas partai apa? tapi pemikiran sifat kita hafal,” ucap Bima.

Dalam pertemuan silaturahmi itu, mereka sepakat menjaga perdamaian selama proses penghitungan dan penetapan hasil pemilu. Mereka tidak akan melakukan tindakan yang memperuncing perbedaan.

“Pertama, kami semua hari ini dipersatukan oleh satu hal yang penting, kita cinta Indonesia dan kita cinta perdamaian. Kita ingin Indonesia damai. Seluruh pembicaraan tadi diwarnai energi yang sangat positif dan optimis bangun Indonesia dengan damai, cara kebersamaan dengan bangun komunikasi,” ucap Bima Arya.

Pertemuan itu diinisiasi oleh Bima. Turut hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Selain itu, ada Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, serta Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono.

(aik/knv)





Artikel ini telah tayang di detikNews