Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...




Jakarta
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, membantah menerima SGD 500 ribu dari Agus Gunawan, staf dari Fayakhun Andriadi. Irvanto juga sempat protes ke Fayakhun saat namanya diseret-seret terkait perkara suap proyek Bakamla.

Awalnya ketua majelis hakim Franky Tumbuwan membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Irvanto. Dalam BAP itu, Irvanto mengaku menerima SGD 500 ribu dari Agus.

“Saya juga bisa meyakini bahwa apa yang disampaikan saudara Agus tersebut benar adanya sehingga memang benar saya telah menerima uang dari Agus sebesar SGD 500 ribu. Ini keterangan saudara?” tanya Franky pada Irvanto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Fayakhun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Irvanto tidak menjawab langsung pertanyaan hakim tersebut. Dia memilih menceritakan dari awal mula urusan tersebut ketika mengetahui tentang ucapan Agus soal uang kepadanya dalam pemeriksaan di KPK. Merasa tidak berkaitan dengan Bakamla, Irvanto pun protes ke Fayakhun yang ditemuinya pada saat salat Jumat di Rutan Guntur.

“Di situ saya langsung tanyakan sama mas Fayakhun, saya bilang, ‘Mas ini urusan apalagi Mas? Kok bisa ada Bakamla 500 ribu, kena saya lagi?'” ucap Irvanto mengulangi ucapannya pada Fayakhun saat itu.

Menurut Irvanto, Fayakhun memang memerintahkan Agus memberikan SGD 500 ribu ke Irvanto. Duit itu dimaksudkan untuk Rapimnas Partai Golkar.

“Jadi Mas Fayakhun ceritanya … Mohon izin, yang mulia, saya pakai bahasanya yang … ‘Waktu itu suruh Agus buat cari lu, ngasih 500 ribu, karena gue ada deal sama Pak Nov mau sumbang Rapimnas. Agus sempet cari 2 kali cari lu nggak ketemu, tapi dia cari lu ketiga kali, dia ketemu, dia kasihin’. Posisi saya saat itu saya mikir, ‘apa iya ya?'” ucap Irvanto.

Irvanto merasa heran lantaran saat itu Fayakhun tidak meneleponnya soal pemberian uang. Pun Irvanto yang tidak menelepon Fayakhun menanyakan maksud pemberian uang. Agus yang mengantarkan uang pun tidak memberitahunya. Lebih-lebih, Irvanto merasa tidak menerima SGD 500 ribu.

“Saya tidak pernah terima 500 ribu, yang saya terima adalah 390 (juta rupiah) dan yang kedua itu 300 (juta rupiah),” sebut Irvanto yang mengatakan uang itu untuk pembelian motor BMW di showroomnya.

Keterangan Irvanto ini bertolak belakang dengan kesaksian Agus dalam sidang sebelumnya. Agus saat itu menyebut Irvanto bahkan yang membuka tas untuk mengecek duit yang diberikan padanya itu.

“Saya sampaikan ada titipan dari bapak, tolong dicek. Setelah itu Pak Irvan buka tas, ada 5 bundel dolar Singapura, kurang lebih 100-500 ribu dolar Singapura,” ucap Agus saat bersaksi dalam sidang pada Senin (3/9).

Dalam perkara ini, Fayakhun didakwa menerima suap berupa USD 911.480 atau sekitar Rp 13 miliar dari mantan Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah. Uang suap itu dimaksud agar Fayakhun menambahkan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan satelit monitoring dan drone.

(dhn/dhn)


Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -