Kondisi Kapal Titanic Makin Miris, Bagaimana Nasib Mayat di Laut

Kondisi terkini kapal Titanic

VIVA – Kisah kapal Titanic ternyata masih sangat menarik minat masyarakat. Terlebih baru saja ada sekelompok ekspedisi melakukan pengamatan di dasar Samudra Atlantik Utara, mengatakan kalau kondisi kapal semakin mengenaskan.

Kapal mewah itu pernah diprediksi akan benar-benar menghilang pada 2030 atau tidak lama dari itu. Kapal itu ada di kedalaman 3.810 meter di pantai Newfoundland di Kanada.

Lalu bagaimana nasib manusia yang terkubur bersama Titanic? Menurut situs Scientific American, Sabtu, 24 Agustus 2019, manusia yang mati di laut dengan suhu di bawah 21 derajat Celcius, selama tiga minggu jaringan tubuhnya akan berubah menjadi asam lemak dan akan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Kemudian kulitnya akan melepuh dan berubah menjadi hitam kehijauan. Tubuh manusia pada bagian tulang lunak, seperti bibir dan mata akan dimakan kepiting atau hewan kecil, menurut buku Forensic Taphonomy: The Postmortem Fate of Human Remain yang ditulis oleh William D. Haglund dan Marcella H. Sorg.

Pernah juga dilakukan studi pada tahun 2002, jurnal Legal Medicine, memeriksa sembilan mayat yang telah mengapung ratusan kilometer di perairan dingin di pantai Portugal dan Spanyol. Mayat pada minggu pertama masih dalam kondisi baik, tapi tanda-tanda kebusukan terjadi pada hari kedelapan.

Ada juga mayat yang hanya bisa diidentifikasi melalui analisis DNA atau catatan gigi setelah 20 hari. Kemudian pada kondisi air yang lebih hangat juga pernah dilakukan studi pada 2008, ditemukan dua tubuh manusia yang mengalami kecelakaan pesawat.

Satu mayat yang sebagian sudah jadi kerangka ditemukan di Sisilia setelah 34 hari, satu lagi ditemukan di Namibia setelah tiga bulan dan sudah sepenuhnya menjadi kerangka. Faktor utamanya adalah hiu. Hewan itu jadi predator di perairan hangat, dapat dengan cepat menghancurkan mayat.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts