Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

KPU menggelar rapat pleno untuk membahas rekapitulasi daftar pemilih tetap, Ahad ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui jumlah daftar pemilih tetap (DPT) berkurang setelah dilakukan pencermatan dan perbaikan. Pencermatan bersama DPT tersebut telah dimulai sehari setelah rapat pleno rekapitulasi DPT Nasional dilakukan pada Rabu (5/9) lalu.

Komisioner KPU Viryan Aziz menjelaskan pencermatan bersama digulirkan menyusul adanya masukan dari parpol dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atas dugaan data ganda. “Jumlah (DPT sekarang) kalau kami perhatikan mengalami pengurangan,” ujar Viryan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

Viryan menjelaskan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2018 digelar pada Ahad (16/9) sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang dibuat pada rapat pleno rekapitulasi DPT nasional pada Rabu (5/9) lalu. Sejak pleno pertama itu, KPU sudah empat kali bertemu dengan partai politik dan Bawaslu di tingkat pusat, yakni  pada 6 September, 10 September, 12 September, dan 14 September.

Pertemuan-pertemuan itu dilakukan untuk menginformasikan perubahan dari dugaan DPT ganda. “Pertemuan tersebut untuk koordinasi pergerakan dan perubahan dugaan yang disampaikan. Dalam 10 hari tersebut kita intens bertemu,” tutur dia.

Satu hari setelah rapat pleno pertama dilakukan, data-data ganda yang disampaikan Bawaslu dan partai politik langsung KPU serahkan ke KPU Provinsi. Itu dilakukan untuk melakukan pencermatan bersama mengenai data tersebut.

Dari hasil pencermatan tersebut, menurut Viryan, jumlahnya sudah berkurang sangat besar. Pada pertemuan terakhir (14/9), para pihak telah mendapatkan angka bersama terkait dugaan ganda sesuai data DPT.

“Kemudian di bawah secara berjenjang KPU dan Bawaslu di tingkat kabupaten/kota bertemu,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Bangkalan Fauzan Djakfar menyatakan 300 orang yang telah meninggal dunia di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sudah dicoret dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Temuan adanya ratusan orang meninggal dunia masuk DPT itu berasal dari laporan Bawaslu Bangkalan serta hasil pencermatan yang dilakukan KPU setempat.

“Total jumlah DPT invalid di Kabupaten Bangkalan sesuai hasil perbaikan data pemilih sebanyak 1.466 orang,” kata Fauzan di Bangkalan, Ahad (16/9).

Artikel ini telah tayang di republika.co.id/

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -