Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...





Jakarta
Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menanggapi konferensi pers kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semalam. Dalam konpers itu, kubu Prabowo mengkritik kondisi ekonomi di bawah pemerintahan Jokowi, meskipun yang sedang ramai dibahas adalah kasus penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Hal-hal seperti itu adalah penggiringan opini dan menciptakan pengalihan isu ke isu yang lain. Tentu masyarakat sangat cerdas untuk melihat ini bukan koreksi sunstansif, tapi ini hanya sekadar bagian dari ruang demokrasi dengan menyajikan satu isu ke isu yang lain,” kata Wakil Ketua TKN, Johnny G Plate, kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).

Sekjen Partai NasDem itu menyebut jika jumpa pers yang diadakan semalam oleh kubu Prabowo didukung oleh data yang valid dan akurat maka itu menjadi materi kritikan yang bagus. Namun, apabila isu yang diangkat kubu Prabowo itu tidak berdasarkan data-data yang valid maka bisa dikatakan itu sebagai pengalihan isu.


“Apabila isu yang diangkat tidak didukung dengan data-data yang konkret dan valid bersifat umum dan analisa perorangan dan tidak ada hal yang baru yang menggiring opini publik, maka itu kita anggap pengalihan isu dari isu yang sedang hangat saat ini ke isu baru yaitu isu ekonomi. Ini hal yang wajar saja dalam demokrasi,” kata Johnny.
Meski begitu, Ia menyebut TKN Jokowi-Ma’ruf sama sekali tidak terpancing dengan isu-isu yang dimainkan kubu Prabowo. Salah satunya isu hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet hingga isu ekonomi yang gencar dimainkan kubu Prabowo akhir-akhir ini.

“Tidak terpengaruh dengan penggiringan isu-isu baru atau isu-isu lama yang diperbaharui, direpetisi, yang pengulangan-pengulangan isu-isu lama yang sangat menyita perhatian dan mengisi ruang publik hanya isu dan tidak bermanfaat bagi demokrasi kita,” ungkap Johnny.

(dnu/dnu)



Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -