Lakukan Ini Agar Anak Mau Berbuat Baik Tanpa Pamrih

Lakukan Ini Agar Anak Mau Berbuat Baik Tanpa Pamrih

Psikolog meminta orang tua menjadi role model untuk berbuat baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berbuat kebaikan dan menolong sesama hendaknya diajarkan kepada anak sejak dini. Menurut psikolog Kantiana Taslim, orang tua dapat mengajarkan kebaikan hati kepada anak melalui berbagai perilaku sederhana sejak usia batita.

Namun ada yang harus diingat orang tua ketika mengenalkan konsep bermurah hati kepada anak-anaknya. Dalam mengajarkan sifat murah hati, jangan biasakan anak melakukannya hanya demi pamrih.

Untuk mengajarkan kebaikan tanpa pamrih, penting bagi orang tua untuk selalu menekankan nilai-nilai kebaikan yang ada, mulai dari rasa bersyukur, saling berbagi, menolong, dan lainnya. Cara-cara sederhana yang telah disebutkan tadi dapat dilakukan secara rutin. 

Orang tua juga dapat menekankan melalui ucapan kepada anak bahwa kebaikan hati merupakan hal yang penting dalam hidup, misalnya dengan bersyukur setiap hari atas apa yang mereka dapatkan.

“Ajarkan dan dampingi mereka dalam melakukan kebaikan. Misalnya berbagi dengan anak-anak di panti asuhan pada waktu-waktu rutin tertentu atau menolong teman atau saudaranya ketika membutuhkan bantuan,” jelas psikolog alumnus Universitas Indonesia tersebut. 

Orang tua tidak perlu selalu memberikan hadiah untuk setiap aksi kebaikan yang anak lakukan. Bentuk apresiasi terhadap perilaku anak dapat diberikan dengan pujian dan dukungan. Orang tua juga dapat menjelaskan hal-hal menyangkut kemurahan hati di media yang dilihat dan dibaca anak. 

Jelaskan mengapa tindakan tersebut perlu dan baik untuk dilakukan. Beri contoh konkrit kepada anak. Jadilah role model anak karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.

Etika bersopan santun juga merupakan hal yang dapat dilatih kepada anak sebagai salah satu bentuk sederhana dari kebaikan tanpa pamrih kepada setiap orang. Anak diajarkan untuk menghormati dan menghargai orang lain dari sikap yang sehari-hari mereka tampilkan.

Anak bisa bersikap baik hanya demi pamrih ketika tindakan kebaikan dinilai dari materi. Orangtua terus-menerus memberikan hadiah materi untuk setiap aksi kebaikan yang dilakukan. “Rasa pamrih muncul ketika nilai untuk menang dan nilai prestasi menjadi lebih penting dan diutamakan dibandingkan nilai persaudaraan, rasa kasih sayang, dan sikap sebagai manusia,” jelas Kantiana. 

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts