Machine Learning Dulu Cuma Pintar 1 Persen Saja, Kini Makin Akurat

Media briefing Amazon Web Services

VIVA – Machine learning dinilai memberikan sistem untuk secara otomatis belajar. Dahulu, teknologi ini tak begitu dipercaya. Tetapi, seiring perkembangan, machile learning bisa menjadi andalan.

Head of Solutions Architecture for Malaysia, Phillipines and Partner Amazon Web Services, Santanu Dutt mengatakan, pada awalnya tingkat akurasi machine learning belum sepenuhnya benar. 

“Karena, mereka tidak memiliki kepintaran pada awalnya untuk mengetahui kebenarannya,” ujar dia di Singapura, Rabu 10 April 2019.

Dia mencontohkan rubrik. Menurutnya ada 4 quintilion atau 4 juta triliun kombinasi untuk membuatnya bisa menyamakan warna pada sisi yang sama. Machine learning akan mencoba setiap kombinasinya. Lalu akan dibuat berlatih untuk meningkatkan keakurasiannya. Untuk mencapai 100 persen, machine learning melewati proses peningkatan pembelajaran. 

“Saat kita menemukan kebenaran pertama kali akurasinya menjadi satu persen. Saat dimasukkan lebih banyak data akurasi akan bertambah,” kata Santanu. 

Dengan machine learning, dia mencontohkan bisa dipakai memotong proses klaim asuransi pada kecelakaan mobil. Dia mengatakan, biasanya untuk mendapatkan asuransi harus menjalani sejumlah proses disertai dengan memasukkan data pada sistem itu bisa lebih mudah. 

Santanu mengatakan, dengan banyaknya data gambar bentuk kecelakaan mobil lalu diolah. Nantinya, gambar mobil kecelakaan akan dicocokkan dengan data base yang ada dan bisa disimpulkan seberapa parah kecelakaannya. 

“Tinggal upload gambar, setelah beberapa detik akan memberikan output dan memberikan informasi lokasi dan kerusakan,” kata dia. (asp)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts