Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Induk aplikasi video singkat Tik Tok, Bytedance Technology Co mendesak Mahkamah Agung India membatalkan pelarangan aplikasi populer tersebut. Menurut induk Tik Tok, jika pengadilan menyerukan hal tersebut akan membungkam hak kebebasan berbicara.

Dilansir dari laman Economic Times, Jumat 12 April 2019, aplikasi Tik Tok terbilang populer di Negari Hindustan itu dan berhasil menjaring sebagian besar populasi di sana. Tik Tok telah diunduh hingga 240 juta kali. Tik Tok memang tengah menjadi tren di dunia, dan memiliki antarmuka video yang lebih mudah digunakan dibanding platform seperti Facebook dan Twitter.

“Larangan ini sama dengan membatasi hak-hak warga India, yang mana telah menggunakan platform setiap hari untuk mengekspresikan diri dan membuat konten,” kata perusahaan dalam desakannya.

Pengadilan India telah menetapkan waktu sidang pada Senin pekan depan. Atas datangnya informasi ini, induk Tik Tok dan Kementerian Teknologi dan Informasi India belum mau memberikan tanggapan. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi Madras, Tamil Nadu di India, meminta pemerintah untuk melarang aplikasi Tik Tok.

Pengadilan menuding, aplikasi tersebut seringkali membawa konten pornografi dan membuat pengguna anak rentan terhadap paedofil. Pada aplikasi tersebut, banyak anak muda yang membuat konten lucu, klip maupun cuplikan video, yang terkadang berpakaian minim.

Bytedance berdalih, porsi konten negatif di platformnya sangat kecil. Pengguna menggunakan Tik Tok untuk mengedarkan video lucu. Jadi menurut induk Tik Tok, aplikasi tidak bisa dilibatkan dalam pertanggungjawaban konten yang diposting.

Menteri Teknologi Informasi Tamil Nadu, M. Manikandan mengatakan, Tik Tok telah mengalami kesuksesan yang luar biasa. Namun sang menteri menilai Tik Tok telah memicu kontroversi.

Bytedance telah mempekerjakan lebih dari 250 orang India dan berencana untuk berinvestasi lebih banyak kala memperluas bisnisnya.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -