Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Jakarta – Rider Yamaha, Valentino Rossi, gagal menunjukkan performa terbaik sejauh MotoGP 2019 berjalan delapan seri. Masalah The Doctor musim ini dinilai bukan di motor.

Rossi gagal finis di tiga seri balapan terakhir. Di MotoGP akhir pekan lalu, dia crash saat balapan berjalan empat putaran. Lebih buruknya, VR46 juga membuat Takaagami Nakagami gagal finis.

Akibat tiga kegagalan beruntun itu, Rossi kian tertinggal di klasemen pebalap dari Marc Marquez. Italiano itu mengumpulkan sebanyak 72 angka, berselisih 88 poin dari Marquez.

Dalam beberapa seri sebelumnya, Rossi pernah bilang masalah YZR-M1 tunggangannya masih sama dalam dua tahun belakangan. Itu yang menyebabkan dirinya puasa gelar selama itu.

Pemerhati MotoGP asal Italia, Carlo Pernat, mengungkapkan pendapatnya mengenai persoalan Rossi di Yamaha musim ini. Motor bukan penyebabnya, hasil balapan di Assen menjadi konfirmasinya.

Pebalap Yamaha lainnya, Maverick Vinales, menjadi pemenang. Sementara dua rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo finis ketiga dan Franco Morbidelli finis kelima.

“Balapan di hari Minggu menjadi hari paling cerah Yamaha pada akhir-akhir ini dengan tiga pebalap di posisi lima besar. Vinales, Morbidelli, dan Quartararo mempunyai kombinasi usia 68,” kata Pernat di GPOne.

“Saya memperhitungkan Quartararo sebagai fenomena, dia meraih podium meski tak fit 100 persen karena dampak menjalani operasi.”

“Ini hari yang gelap untuk Rossi, dan ada tiga hipotesis di sini. Pertama, Vale sudah berada di masa akhir karier, kedua mungkin masalah motor, sementara yang ketiga digambarkan oleh tim.”

“Saya belum melihat Rossi ada di akhir karier, dia masih mencatatkan beberapa podium dan saya juga tak melihat itu bergantung pada Yamaha mempertimbangkan performa tiga M1 lainnya di Belanda.”

“Pada titik ini, ini merupakan masalah tim dan Rossi mesti berpikir keras dan memutuskan apa yang harus dilakukan. Ini akan menjadi keputusan sulit, tapi harus diambil. Kalau tidak, dia takkan kembali pada posisinya sebelumnya,” dia menambahkan.

Rossi sudah dua kali meraih podium di musim ini. Dia finis kedua di MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika Serikat.

(cas/cas)

Artikel ini telah tayang di detikNews

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -