Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Amazon Web Services atau AWS merupakan anak perusahaan dari Amazon.com yang bergerak di bidang komputasi awan. Saat ini segmen pasarnya telah merajai 51,8 persen pasar cloud tingkat dunia dengan pendapatan mencapai US$27 miliar atau Rp383,4 triliun.

Amazon Web Services ASEAN Technology Evangelist, Donnie Prakoso mengatakan, bisnis perusahaan tumbuh sebesar 46 persen pada kuartal III 2018 secara YoY (year-on-year).

Pada kuartal tersebut pendapatannya tercatat sebesar US$6,68 miliar atau Rp95,14 triliun. Di Indonesia mereka mengklaim sebagai penyedia layanan cloud computing terkemuka.

Untuk tren, Donnie menilai sudah banyak enterprise dan unicorn yang menggunakan layanan dari AWS. Namun, tidak ada spesifik layanan apa saja yang paling banyak digunakan, karena jika bicara sistem konsumen berarti mengintegrasikan serangkaian
layanan sesuai kebutuhan konsumen.

“Saat ini pelanggan AWS di Indonesia cukup beragam dengan skala yang berbeda. Mulai dari startup yang baru merintis hingga unicorn dan enterprise (korporasi kakap) dari berbagai industri,” kata dia kepada VIVA, Kamis, 24 Januari 2019.

Donnie melanjutkan jika cloud computing sudah menjadi andalan mereka untuk men-deploy sistem. Konsumen banyak yang menggunakan rangkaian dari layanan-layanan AWS untuk menjalankan sistem yang terintegrasi.

Untuk meningkatkan kualitasnya baru-baru ini mereka juga memperkenalkan serangkaian inovasi. Seperti AWS App Mesh yang digunakan untuk memantau dan mengontrol layanan mikro.

Layanan ini membuat standard cara berkomunikasi layanan mikro, memberi visibilitas dari ujung ke ujung, dan membantu memastikan ketersediaan yang tinggi untuk aplikasi.

Kemudian, AWS Cloud Map, untuk membantu penemuan sumber daya cloud. Selanjutnya adalah layanan yang memungkinkan konsumen membangun, menggunakan dan mengelola data dengan mudah. Layanan tersebut adalah AWS Control Tower, AWS Security Hub dan AWS Lake Formation.

Lalu, pada lingkup database mereka melahirkan inovasi New Amazon Aurora Global Database, Amazon DynamoDB’s new On-Demand, dan Amazon Timestream. Untuk dibidang robotik ada AWS RoboMaker, untuk membangun robotik cerdas dengan menggunakan layanan cloud.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -