Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Lauren berhasil memadatkan sampahnya selama tujuh tahun ke dalam satu toples kaca

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktivis zero waste dari Amerika Serikat (AS) Lauren Singer terus konsisten menerapkan gaya hidup zero waste atau meminimalisasi sampah dalm kehidupan sehari-harinya. Sampah, jika tidak dikelola dengan baik jelas akan berbahaya dan mengancam keberlangsungan hidup di Bumi.

Seperti dilansir dari Glamour Magazine, Senin (13/5) Lauren bahkan disebut berhasil memadatkan sampahnya selama tujuh tahun hanya ke dalam satu toples kaca.

Selama bertahun-tahun Lauren tidak pernah membeli produk makanan atau minuman dalam kemasan. Dia memilih untuk membawa kotak makan dan botol minuman sendiri dari rumah. Dia juga rajin membuat kompos dari sisa makanannya, karena Lauren enggan sisa makanannya menjadi sampah dan limbah. Kompos itu kemudian disalurkan olehnya kepada para petani.

“Pengomposan adalah salah satu hal favorit yang harus dilakukan,” kata Lauren.

Selain menggunakan tempat makan dan minum sendiri, ia juga membuat produk kecantikan dan pembersihnya sendiri. Untuk perawatan rambut misal, Lauren menggunakan batang sampo dan lidah buaya yang baru dipotong sebagai kondisioner.

Lauren mengaku memiliki empat item produk kecantikan yang terdiri dari dari pasta gigi, minyak wajah dan deodoran buatan sendiri. Selain itu, Lauren juga menggunakan bahan-bahan alami seperti cuka putih dan soda kue untuk menyiapkan segalanya mulai dari pembersih toilet hingga semprotan permukaan.

Gaya hidup zero waste yang diterapkan inilah yang memungkin Lauren terbebas dari sampah. Meski memang, ada beberapa sampah yang masih ia hasilkan yang pada akhirnya ia simpan dalam toples kaca.

“Saya mendapat banyak pertanyaan tentang apa yang masih saya masukkan ke dalam toples. Dan paling banyak ternyata adalah potongan plastik yang menghubungkan label harga dengan pakaian, bekas pembuatan stiker dan gelang festival atau konser,” kata Lauren.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -