Mewujudkan Impian dengan Arisan Mapan

Mewujudkan Impian dengan Arisan Mapan

Arisan Mapan adalah salah satu cara mencicil barang tanpa bunga berbasis aplikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anda ingin memiliki perabotan rumah tangga? Atau ada barang-barang lainnya yang Anda inginkan? Anda bisa mewujudkannya dengan arisan mapan.

Direktur Eksekutif Mapan, Hendra Tjanaka, menjelaskan arisan mapan sebenarnya mirip dengan arisan uang pada umumnya. Ada orang berkumpul atau berkelompok mengumpulkan uang dan mengocoknya pada waktu yang ditentukan. Namun, arisan mapan berbeda, yang ingin diwujudkan adalah barang bukan uang.

Orang yang ingin memiliki barang tertentu bisa diwujudkan lewat arisan mapan. Mereka bisa memilih barang apa yang mereka mau, kemudian mereka tinggal membayar barang tersebut dengan mencicil tiap bulan. Nominal yang harus dibayar sesuai dengan harga barang dibagi dengan jumlah anggota kelompok arisan.

Arisan mapan ini hanya bisa diikuti empat sampai 10 orang anggota arisan per kelompok. Masing-masing orang bisa memilih barang berbeda. Cicilannya tentu berbeda sesuai dengan barang yang dipilihnya.

“Barang bisa berbeda karena kebutuhan setiap orang berbeda. Kalau barangnya sama belum tentu dibutuhkan. Kalau seperti arisan konvensional akhirnya hanya ikut-ikutan. Beli barang yang tidak dibutuhkan,” ujarnya kepada wartawan disela konferensi pers di Jakarta, Ahad (6/1).

Arisan mapan ini diluncurkan pada 2009. Mapan memiliki misi meningkatkan akses, derajat, dan pendapatan masyarakat Indonesia melalui teknologi. Mapan melihat dalam setiap tahap kehidupan, masyarakat memiliki kebutuhan hidup yang berbeda. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, Arisan Mapan hadir untuk menjawab kebutuhan perencanaan tersebut.

Arisan Mapan menggabungkan konsep gotong royong dengan teknologi dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di tiap tahapan hidupnya. Arisan Mapan adalah arisan barang di mana setiap anggota arisan bisa memilih barang yang berbeda sesuai dengan rencana kebutuhan hidupnya.

Seorang Ketua Arisan bisa membentuk kelompok dengan menghimpun empat hingga 10 anggota. Melalui aplikasi Mapan yang dapat diunduh di Google Play Store, anggota yang memenangkan kocokan tiap bulannya akan mendapatkan barang impian yang sudah mereka pilih sebelumnya. Ketua arisan selanjutnya yang akan membayarkan uang arisan bisa lewat COD, Go-Pay, atau Indomaret. Barang akan dikirimkan langsung oleh tim Mapan ke ketua arisan untuk didistribusikan ke anggota.

Setelah menjangkau 2,3 juta anggota yang tersebar di pulau Jawa dan Bali, Arisan Mapan berkomitmen terus mengedukasi dan memberdayakan masyarakat Indonesia agar lebih bijak dalam menentukan prioritas dan merencanakannya di setiap tahapan hidup. Salah satunya melalui Gelar Arisan Mapan yang digelar 5 sampai 6 Januari 2019, di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Arisan sudah menjadi bagian penting dalam budaya Indonesia. Kami menemukan banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan arisan sebagai perencanaan (atau saving mode) untuk tahap kehidupan mendatang seperti pernikahan, kelahiran anak, renovasi rumah, persiapan hari raya dan lainnya,” ujarnya.

Hadirnya Arisan Mapan memudahkan perencanaan tersebut melalui teknologi. Kini masyarakat dapat mengandalkan Arisan Mapan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang berkualitas dan terjangkau, mulai dari kebutuhan rumah tangga, kebutuhan isi rumah, kebutuhan keluarga dan anak, serta kebutuhan memulai usaha.

“Kami percaya Arisan Mapan dapat dinikmati dan diandalkan semua kalangan mulai dari pasangan baru, orang tua hingga kaum milennial yang akhirnya dapat mengubah persepsi umum masyarakat terhadap arisan. Saat ini, Arisan Mapan masih fokus di Pulau Jawa dan Bali, namun ke depannya kami ingin Arisan Mapan bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia sehingga impian masyarakat bisa terencana dengan arisan dan terwujud,” kata Hendra.

Ada empat kategori yang paling laris di arisan mapan, yaitu kebutuhan rumah tangga, kebutuhan isi rumah seperti furnitur dan elektronik, kebutuhan anak, dan kebutuhan usaha.

“Sama-sama besar empat kategori ini. Karena kita tidak memaksakan setiap anggota untuk membeli barang tertentu. Kami ingin semua orang bebas memilih sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Solusi untuk keluarga Indonesia,” ujarnya.

Barang-barang yang mereka hadirkan dalam katalog berasal dari berbagai penyedia, termasuk UMKM dari berbagai kota. Hal ini juga demi meningkatkan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts