Ogah Ditinggal Huawei, Google ‘Rayu’ Pemerintah Amerika Serikat

Ogah Ditinggal Huawei, Google 'Rayu' Pemerintah Amerika Serikat

Raksasa teknologi Google mulai melobi pemerintah Amerika Serikat agar mencabut larangan ekspor ke Huawei.

Hal ini dilakukan sebelum tenggat waktu 90 hari sesuai dengan aturan Departemen Perdagangan AS lewat kebijakan Entity List.

Google diminta untuk memutus akses Huawei ke layanannya, termasuk Goggle Play, Gmail, dan YouTube.

Sebab larangan tersebut mendorong raksasa teknologi China itu mengembangkan perangkat lunak atau software sendiri akibat dicabutnya lisensi Android untuk diperbarui pada perangkat Huawei.

“Kami juga menyampaikan bahwa versi Android yang dimodifikasi Huawei akan lebih rentan untuk diretas. Yang mana, hal itu berada di luar kepentingan bisnis dan badan pemerintah AS,” demikian menurut keterangan Google, seperti dilansir dari KrAsia (10/6/2019).

Sebelumnya, CEO Consumer Business Huawei, Richard Yu mengatakan, perusahaannya telah mengembangkan sistem operasi sendiri selama bertahun-tahun.

Namanya Hongmeng, dan ia diprediksi akan meluncur pada musim gugur tahun ini, atau pada kisaran September-Oktober 2019.

Yu menjelaskan sistem operasinya dapat dipakai untuk perangkat ponsel pintar, laptop, dan tablet dapat digunakan pengguna lokal paling cepat musim gugur ini. Sementara, versi internasional akan meluncur secara online pada tahun depan.

Merek baru itu mencakup sistem operasi pemrograman ponsel, pemprograman aplikasi perpesanan, SaaS (perangkat lunak sebagai layanan), komputasi awan, dan PaaS (platform sebagai layanan).

Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu mengajukan permohonan untuk merek Hongmeng pada Agustus 2018, lalu mendapat persetujuan sementara pada 14 Mei 2019, atau dua hari sebelum pemerintah AS menyertakan Huawei ke dalam daftar hitam.

Pendaftaran merek dagang Hongmeng sudah dilakukan di beberapa negara, seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Bahkan, berdasarkan situs pusat Huawei, nama-nama itu masih akan bertambah.

Sayangnya, menurut prediksi firma riset pasar Strategy Analytics, pengiriman global Huawei akan berkurang 24 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2020. Itu semua karena larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah AS.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

Related Posts