Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...
Jakarta, CNN Indonesia — Santiago Solari yang saat ini berstatus pelatih sementara memiliki potensi untuk memperbaiki prestasi Real Madrid di kompetisi La Liga musim ini jika dipermanenkan sebagai pelatih pengganti.

Solari merupakan pelatih sementara Madrid usai pemecatan Julen Lopetegui. Kini Madrid terpuruk di peringkat kesembilan klasemen sementara usai meraih 4 kemenangan, 2 kali imbang, dan 4 kekalahan di La Liga.

Ada sejumlah fakta tentang pelatih pengganti yang dapat memperbaiki penampilan Madrid sejak Florentino Perez menjabat sebagai presiden Si Putih pada 2000.


Florentino Perez kali pertama menjadi presiden Madrid pada 2000 menggantikan Lorenzo Sanz. Dalam kurun waktu tersebut Perez sudah mengganti pelatih El Real di tengah musim sebanyak empat kali. Beruntung bagi Perez dan Madrid, pelatih-pelatih pengganti itu bisa memperbaiki prestasi dan posisi Los Blancos di klasemen kompetisi La Liga.

Berikut empat pelatih pengganti di era Florentino Perez yang memberikan dampak positif untuk Madrid dikutip dari AS:

Garcia Remon

Garcia Remon merupakan pelatih pengganti di era Florentino Perez. Remon jadi pelatih Madrid menggantikan Jose Antonio Camacho. Camacho dipecat Madrid pada 20 September 2004 atau usai melakoni tiga laga di La Liga. Dari catatan itu Camacho membawa Madrid meraih tiga kemenangan dan sekali kalah dengan menempati posisi kedelapan klasemen sementara saat itu.

Setelah pemecatan Camacho El Real merekrut Garcia Remon. Malang bagi Remon kariernya di Santiago Bernabeu juga tidak lama. Ia hanya tiga bulan bertugas (101 hari) di klub asal ibu kota Spanyol itu. Saat dipecat pada 30 Desember 2004, Remon sukses mengantarkan Madrid ke peringkat kedua klasemen di bawah Barcelona dengan meraih tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan menelan empat kekalahan.




Hanya Zinedine Zidane pelatih pengganti yang sukses memberikan trofi untuk Madrid.Hanya Zinedine Zidane pelatih pengganti yang sukses memberikan trofi untuk Madrid. (REUTERS/Stringer)


Di Liga Champions, Madrid meraih tiga kemenangan dan dua kali imbang bersama Remon. Sedangkan di Copa del Rey Madrid menang atas Leganes dan Tenerife di babak 64 besar serta 32 besar.

Vanderlei Luxemburgo

Selepas Remon yang dipecat pada 30 Desmber 2004, Madrid mengangkat Vanderlei Luxemburgo sebagai pelatih. Bersama Luxemburgo Madrid tetap menjadi runner-up La Liga di akhir klasemen. Tetapi pelatih asal Brasil itu bisa memangkas jarak dengan Barcelona dari selisih 10 poin menjadi empat poin.

Total Luxemburgo bekerja di Madrid selama 339 hari. Dari total 45 pertandingan, Madrid meraih 28 kemenangan, 7 kali imbang, dan 10 kali kalah. Tetapi di tangan Luxemburgo Madrid gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions usai kalah agregat 1-2 dari Juventus di babak 16 besar. Di tangan pelatih kelahiran Nova Iguacu ini juga Madrid dikandaskan Real Valladolid di Copa del Rey.




Julen Lopetegui dipecat Madrid karena performa buruk di musim ini.Julen Lopetegui dipecat Madrid karena performa buruk di musim ini. (REUTERS/Juan Medina)


Pada musim berikutnya Luxemburgo tidak bertahan lama di Madrid usai didepak pada 4 Desember 2005 lantaran hanya meraih 8 kemenangan dan menelan 5 kekalahan dari 14 laga di La liga dengan menempati posisi keempat klasemen. Di Liga Champions Madrid menjadi runner up Grup F di bawah Lyon.

Juan Ramon Lopez Caro

Lopez Caro yang menjadi pengganti Luxemburgo sukses membawa Madrid menjadi runner-up La Liga di bawah Barcelona dengan selisih 12 poin. Tetapi bersama Caro juga Madrid dikalahkan Arsenal di babak 16 besar Liga Champions. Caro mengantar Madrid mencapai semifinal Copa del Rey sebelum disingkirkan Real Zaragoza dengan agregat 5-6.


Zinedine Zidane

Zinedine Zidane menjadi satu-satunya pelatih yang sukses memberikan gelar untuk Madrid di era Perez. Menggantikan Rafael Benitez pada Januari 2016, Zidane memberikan gelar Liga Champions 2015/2016 di musim pertamanya bersama Madrid.

Saat ditinggal Benitez, Madrid menempati peringkat ketiga klasemen sementara usai 11 kemenangan, 4 imbang, dan 3 kalah. Tetapi ketika ditangani Zidane, Madrid jadi runner-up La Liga dengan berselisih satu poin dari Barcelona. Pada dua musim berikutnya, Zidane pun memberikan delapan gelar tambahan berupa: Dua trofi Liga Champions, 2 Piala Super Eropa, 2 Piala Dunia Klub, 1 La Liga, dan 1 Piala Super Spanyol. (sry/nva)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -