Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Kongres V PAN di Kendari mencerminkan keinginan kader lepas dari dominasi Amien Rais.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha, menilai, dinamika dan hasil dari Kongres V di Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan keinginan kader untuk lepas dominasi Amien. Hal itu terlihat dari gagalnya Mulfachri Harahap yang gagal menjadi ketua umum PAN.

“Dominasi AR pada PAN sudah lama dirasakan sebagai penghambat kemajuan partai itu. Namun baru pada kongres kemarin tampaknya muncul keberanian untuk mengakhirinya,” ujar Abdillah, Jumat (14/2).

Namun, Abdillah mengkritisi kondisi partai berlambang matahari itu. Menurutnya, kini PAN mulai jauh dari tujuannya sebagai partai reformis yang memperjuangkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih.

“Dengan berjalannya waktu, PAN bermetamorfosis menjadi partai pragmatis dengan tujuan kekuasaan untuk kekuasaan,” ujar Abdillah.

Hal ini berpengaruh kepada perolehan suara PAN setiap pemilihan umum (pemilu), yang tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, menurun pada beberapa kontestasi.

Melihat kondisi PAN yang seperti ini, menurutnya sosok yang paling bertanggung jawab adalah Amien Rais. Di mana ia menilai, Amien yang awalnya idealis berubah menjadi harimau yang siap menerkam siapa saja yang berlawanan dengannya.

“AR menjadi tokoh yang memanifestasikan frustrasinya ke dalam berbagai manuver politik yang mencengangkan,” ujar Abdillah.

Padahal, ia menilai Amien adalah seorang ilmuwan dan praktisi politik yang mumpuni. Tetapi entah kenapa, mantan Ketua MPR itu juga merasa sebagai orang yang paling pantas memimpin negeri ini.

Ia menceritakan, tokoh-tokoh senior PAN beberapa kali mengingatkan Amien agar berhenti bermanuver. Namun, Amien disebutnya tak menggubris hal tersebut.

“AR jugalah yang dengan perilaku politiknya yang antagonistik bertanggung jawab terhadap citra PAN. Dampaknya pada perolehan suara PAN,” ujar Abdillah.

Manuver Amien disebut berimbas pada perolehan suara PAN, di mana tidak beranjak sebagai partai di bawah 10 persen. Bahkan pada Pemilu 2019, PAN hanya berada di posisi kedelapan dengan perolehan suara 6,84 persen atau 9.572.623 suara.

Selain itu, manuver Amien membuat PAN seakan memiliki dua pemimpin. Karena pendapat Amien masih begitu didengarkan oleh pengurus partai.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id/

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -