Pengamat: Sudah Saatnya Pemilu Indonesia Terapkan E-Voting

Pengamat: Sudah Saatnya Pemilu Indonesia Terapkan E-Voting

Sistem pemungutan suara e-voting dalam pemilu diyakini dapat minimalisir sengketa.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR — Pengamat politik dari Universitas Syiah Kuala, Effendi Hasan, berpendapat sudah saatnya Indonesia menerapkan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting). Sistem tersebut dapat diterapkan dalam pemilihan umum maupun dalam pemilihan kepala daerah.

“Belajar dari pengalaman kasus Pemilu 2019, saya pikir sudah saatnya pemerintah melakukan pemungutan suara secara elektronik,” kata dia, di Banda Aceh, Rabu.

Effendi meyakini bahwa e-voting dapat mengurangi sengketa pemilu. Ia mengungkapkan, berbagai negara telah membuktikan efektivitas pemungutan suara secara elektronik.

“Saya yakin sistem ini akan mengurangi kecurangan, sengketa pemilu, dan akan sangat efektif,” kata dia.

Menurut Effendi, dengan penerapan sistem pemungutan suara secara, tidak ada lagi penghitungan cepat dari lembaga survei. Itu karena dalam waktu sehari sudah diketahui pemenangnya berdasarkan data yang masuk dari lapangan.

“Saya mengambil contoh Singapura, Malaysia, satu hari (pemilu) selesai dengan pemilu secara elektronik. Kita sudah tahu mana partai yang memenangkan perdana menteri,” katanya.

Effendi menyebutkan Indonesia sudah sangat mampu menerapkan sistem pemungutan suara secara elektronik dan turut didukung dana yang mencukupi. Ia mengatakan, memilih pemimpin yang berintegritas sangat ditentukan proses pemilihan dan jika proses tersebut tidak baik maka pasti akan menghasilkan pemimpin tidak baik.

“Saya pikir dengan perkembangan teknologi 4.0 Indonesia sudah siap. Orang lain sudah gunakan, kita tinggal tunggu sistem ini digunakan saja,” katanya.

Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Related Posts