Must Read

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

VIVA – Berbagi kata sandi atau password platform streaming film seperti Netflix atau Amazon Prime kepada teman terpercaya atau saudara, kadang dilakukan oleh beberapa pengguna. Alasannya bisa untuk berhemat atau lainnya.  

Tapi seiring perkembangan teknologi, berbagi kata sandi Netflix atau Amazon Prime bakal tak leluasa atau seenaknya lagi. Sebab kini, ada solusi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mendeteksi perilaku berbagi kata sandi serta perilaku curang lainnya yang dilakukan pengguna.  

Perusahaan Synamedia yang berbasis di Inggris memiliki sebuah program kecerdasan buatan untuk mengetahui kapan pengguna berbagi hal mendetail mengenai platform streaming kepada orang lain.

Dilansir melalui laman Metro, Jumat 11 Januari 2019, Synamedia menciptakan suatu algoritma, mencari pola di antara pengguna yang menggunakan kata sandi sama. Misalnya, algoritma akan memeriksa apa yang ditonton bersamaan dengan lokasinya.

Kemudian jika ID login diketahui digunakan di dua wilayah berbeda, artinya platform digunakan dengan dua orang yang berbeda namun dengan memanfaatkan satu akun.

Chief Product Officer Synamedia, Marc Racine dalam gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat mengatakan, membagi kata sandi menjadi hal yang ‘mahal’ untuk diabaikan.

“Solusi baru kami memberi operator kemampuan untuk mengambil tindakan. Banyak pengguna umumnya akan dengan senang hati membayar biaya layanan premium, berbagi layanan dengan sejumlah orang bersamaan,” katanya.

Solusi ini, menurut Racine, merupakan cara yang bagus untuk menjaga pengguna agar tetap jujur sambil terus menikmati manfaat layanan yang disediakan platform tersebut. 

Solusi ini diklaim membantu penyedia platform mendeteksi pelanggaran atas ketentuan yang diberlakukan penyedia platform. Dengan demikian, penyedia platform bisa mengambil tindakan yang diperlukan saat pengguna ketahuan melanggar ketentuan, misalnya melarang akun tertentu atau memberi peringatan kepada pelanggar melalui email.

Saat ini program tersebut sedang dalam tahap uji coba oleh sejumlah penyedia konten, namun mereka tetap menjaga rahasia dengan tidak menyebutkan platform mana yang dimaksud. (ren)

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Elektabilitas Prabowo-Anies Tinggi, Cocok Jadi Capres-Cawapres

VIVA – Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan semakin populer. Berdasarkan berbagai hasil survei, Prabowo dan Sandi memiliki elektabilitas tinggi dalam...

Ibu Cristiano Ronaldo Kabarnya Dilarikan ke RS Akibat Stroke

Madeira - Kabar kurang menyenangkan datang dari Cristiano...

Ancaman Stigmatisasi di Balik Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona

Jakarta - Identitas baik nama, foto maupun alamat lengkap dua pasien yang disebut positif terinfeksi...

Alasan Klopp Tak Mengamuk Ketika Liverpool Kalah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengungkapkan alasan tidak selalu marah apalagi mengamuk ketika timnya menderita kekalahan. Klopp yakin para pemainnya bisa kembali tampil...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -